Korea Selatan Dilanda Kebakaran Hutan Terburuk dalam Sejarah
JAKARTA, GENVOICE.ID - Korea Selatan tengah menghadapi kebakaran hutan terbesar dalam sejarahnya, dengan sedikitnya 26 orang meninggal dunia dan lebih dari 88.000 hektare lahan terbakar. Kebakaran yang mulai terjadi sejak Jumat lalu ini terus menyebar dengan cepat akibat angin kencang dan kondisi kering yang ekstrem.
Melansir dari The Guardian, Kamis (27/3), Kementerian Dalam Negeri Korea Selatan melaporkan bahwa kebakaran telah menghancurkan lebih dari 317 bangunan, termasuk dua kuil Buddha kuno yang berusia lebih dari 1.000 tahun. Salah satu kuil, Gounsa, mengalami kerusakan parah, meskipun beberapa benda berharga seperti patung Buddha batu berhasil diselamatkan sebelum api mencapai lokasi. Selain itu, lebih dari 27.000 warga telah dievakuasi, termasuk penduduk Desa Hahoe di Andong, yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.
Di antara korban tewas, terdapat seorang pilot helikopter berusia 73 tahun yang jatuh saat berusaha memadamkan api. Selain itu, sedikitnya 29 orang mengalami luka-luka, delapan di antaranya dalam kondisi serius. Sebagian besar korban adalah lansia berusia 60 hingga 70 tahun.
Pemerintah telah mengerahkan lebih dari 9.000 personel dan sekitar 120 helikopter untuk memadamkan kebakaran. Namun, angin kencang dan cuaca yang sangat kering menyulitkan upaya tersebut. Badan Meteorologi Korea memperkirakan hujan ringan akan turun di beberapa daerah terdampak, tetapi curah hujan yang rendah diperkirakan tidak akan banyak membantu dalam memadamkan api.
Kebakaran ini tercatat sebagai yang terbesar dalam sejarah Korea Selatan, melampaui kebakaran hutan tahun 2000 yang menghanguskan 59.000 hektare dan menewaskan dua orang. Penjabat Presiden Han Duck-soo menyebut kebakaran ini sebagai bencana nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya. Beberapa kebakaran diduga disebabkan oleh kelalaian manusia, termasuk percikan api dari mesin pemotong rumput milik seorang petani.
Selain menutup beberapa ruas jalan dan menangguhkan layanan kereta api, pihak berwenang juga tengah berupaya melindungi lebih banyak kawasan bersejarah dari ancaman kebakaran yang terus meluas.
0 Comments





- Apple Watch Bantu Wasit NHL dengan Notifikasi Real-Time
- Perusahaan Teknologi Perjalanan Amadeus Perbarui Kontrak Komputasi Awannya dengan Microsoft
- Guardiola Tanggapi Kritik Capello yang Sebut Dirinya Merusak Sepak Bola Italia
- Taylor Swift Lebih Dekat dengan Selena Gomez, Menjauh dari Brittany Mahomes?
- Setelah Pertukaran Bintang, Apakah Lakers dan Mavericks Semakin Kuat?
- Alibaba Cloud Perkenalkan Teknologi AI Terbaru di Malaysia
- Ian McKellen dan Patrick Stewart Kembali Memerankan Karakter X-Men di Film Avengers Terbaru
- Mercedes Perkenalkan Mobil F1 W16 2025 Jelang Uji Coba di Bahrain
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!