Kebakaran Dahsyat di Korea Selatan, 18 Orang Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Bencana kebakaran hutan terbesar dalam beberapa dekade melanda wilayah tenggara Korea Selatan, menelan korban jiwa hingga 18 orang dan memaksa lebih dari 27.000 warga meninggalkan rumah mereka.
Kebakaran yang dimulai sejak Jumat, (22/3), ini terus meluas dengan cepat akibat angin kencang dan cuaca kering, melahap permukiman, sekolah, bahkan penjara-memaksa ratusan narapidana dievakuasi.
Ribuan petugas pemadam kebakaran, termasuk unit militer dan bantuan dari pasukan AS di Korea, dikerahkan untuk mengatasi kobaran api yang masih sulit dikendalikan.
"Kami telah mengerahkan semua personel dan peralatan yang ada, tapi situasinya masih sangat buruk," ujar Pelaksana Tugas Presiden Han Duck-soo, dikutip dari The Straits Times, pada Selasa, (25/3).
Menurut Kementerian Keselamatan Korea Selatan, hingga pukul 05.00 waktu setempat, kebakaran di Uiseong telah merenggut 14 nyawa, sementara empat korban lainnya berasal dari kebakaran di Sancheong. Sebagian besar korban berusia 60-70 tahun, menurut laporan kepolisian setempat.
Ahli kebakaran hutan dari National Institute of Forest Science, Lee Byung-doo, menggambarkan kobaran api di Uiseong sebagai sesuatu yang memiliki "skala dan kecepatan yang tidak terbayangkan." Hingga saat ini, kebakaran di wilayah tersebut baru bisa dikendalikan sekitar 68%.
Parahnya, kondisi kering diprediksi masih akan berlangsung di kawasan terdampak, membuat pemadaman semakin sulit.
Selain meratakan rumah-rumah dan fasilitas umum, kebakaran ini juga mengancam beberapa situs bersejarah yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO, seperti Hahoe Village dan Byeongsan Confucian Academy di Andong.
Petugas penyelamat kini berusaha menyelamatkan situs-situs tersebut dengan menyemprotkan bahan penahan api. Namun, Goun Temple, kuil kuno yang berdiri sejak tahun 681, telah habis dilalap api.
Bencana ini juga mengungkap kelemahan dalam sistem penanganan kebakaran hutan di Korea Selatan. Negara ini mengandalkan helikopter untuk memadamkan api karena medan yang berbukit-bukit, tetapi delapan dari 48 helikopter pemadam yang dimiliki pemerintah tidak bisa digunakan sejak tahun lalu akibat sanksi terhadap Rusia, yang membuat suku cadangnya tidak bisa diimpor.
Pemerintah pun menuai kritik akibat kurangnya armada pemadam kebakaran dan perlengkapan yang memadai. Sebagai tanggapan, otoritas kehutanan Korea Selatan mengumumkan rencana untuk membeli lebih banyak helikopter pemadam kebakaran dalam waktu dekat.
Hingga kini, lebih dari 4.900 petugas pemadam, termasuk ratusan polisi dan tentara, serta 87 helikopter dikerahkan untuk melawan kebakaran yang telah melahap lebih dari 15.000 hektare lahan.
Kebakaran yang makin sering terjadi akibat perubahan iklim ini menjadi pengingat bahwa dunia perlu lebih serius dalam menangani dampak pemanasan global. Kita doakan keselamatan untuk warga Korea Selatan, Gen!
0 Comments





- Xiaomi 15 Ultra Resmi Rilis dengan Kamera Leica, Jadi Saingan Baru Iphone!
- KPPU Denda Google Rp202,5 Miliar, Terbukti Lakukan Praktik Monopoli
- Drakor di Netflix yang Seru Tahun 2025
- Album Debut Lisa BLACKPINK ‘Alter Ego’ Duduki Puncak Tertinggi Chart Billboard
- Gokil! Mobil Terbang Alef Mulai Uji Coba di Jalanan Publik
- IShowSpeed Umumkan Tur Stream Baru, Bakal Balik ke Indonesia
- Heboh! Limbad Sebut Ruben Onsu Sudah Resmi Mualaf
- Tak Akan Ambil Peran Seperti Midsommar, Florence Pugh: Aku Merasa Telah Menyiksa Diriku
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!