Pencurian Alat Peringatan Tsunami Dinilai Kejahatan Fatal, Berikut Hukumannya!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu tengah dibuat geleng-geleng kepala setelah menemukan kabel sistem peringatan dini tsunami (Early Warning System/EWS) di Kelurahan Lere hilang dicuri. Hilangnya satu komponen saja ternyata sudah cukup membuat seluruh sistem sirine lumpuh total.
Irfan Suebo, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Palu, menyebut aksi pencurian itu sebagai kejahatan fatal. Bukan sekadar mengganggu perangkat vital, tetapi juga membahayakan keselamatan ribuan warga. Ia menegaskan bahwa satu kabel yang hilang berarti satu sirine tak akan berbunyi di saat-saat paling krusial.
Fasilitas EWS ini merupakan bagian dari proyek Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) yang melibatkan BNPB hingga BMKG, dan didukung oleh Bank Dunia. Namun, tiang sirine yang berdiri di kawasan Palu Barat itu memang belum memiliki pagar pengaman, sehingga rentan menjadi sasaran.
Masalah mulai tercium sejak 21 November 2025, saat sirine di titik Lere tidak merespons uji coba rutin. Setelah pengecekan, petugas mendapati kabel dari bagian bawah tiang ke kotak kontrol hilang. Kabel sepanjang sekitar lima meter itu mengandung tembaga berukuran besar, sesuatu yang cukup bernilai bagi pencuri, tetapi mematikan bagi keselamatan warga.
Walau tiang sirine tidak mengalami kerusakan fisik, fungsinya kini mati total. Ketika bencana terjadi, tidak akan ada suara peringatan yang memecah malam. Inilah yang dianggap BPBD sebagai ancaman terbesar.
BPBD menerima laporan kehilangan pada Minggu, dan rekaman CCTV dari sekitar lokasi sudah diserahkan ke Polsek Palu Barat untuk penyelidikan. Pemerintah kota juga akan mengundang lurah dan camat untuk membahas opsi pengamanan, termasuk kemungkinan memanfaatkan dana kelurahan untuk membangun pagar pelindung.
BPBD mengingatkan bahwa sirine tsunami rutin diuji setiap tanggal 26. Artinya, fasilitas ini bukan sekadar tiang besi, tetapi perangkat penyelamat nyawa yang harus dijaga bersama.
Kini, BPBD masih menunggu konfirmasi dari vendor mengenai proses perbaikan, karena aset tersebut belum dihibahkan secara resmi kepada pemerintah kota. Sementara itu, masyarakat diimbau ikut menjaga fasilitas EWS di lingkungan mereka, karena ketika bencana datang, hanya peringatan dini yang berdiri antara hidup dan kehilangan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!