Akui Tak Mau RI Bangkit, Prabowo: "Saya Bicara Apa Adanya"

Akui Tak Mau RI Bangkit, Prabowo: "Saya Bicara Apa Adanya"
- (Dok. Inilah).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Prabowo Subianto menyebut ada pihak-pihak yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara yang lebih maju. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6).

Berbicara di hadapan para petani dan nelayan di Sports Center Limboto, Gorontalo, Prabowo mengatakan Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara besar. Namun, ia mengklaim masih ada pihak yang tidak ingin Indonesia bangkit.

"Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat. Ada yang selalu tidak ingin kita bangkit. Ada. Kita sudah tahu mereka-mereka itu. Iya, kan," kata Prabowo.

Dalam pidato yang sama, Prabowo juga menyinggung gaya komunikasinya ketika berbicara di depan petani dan nelayan. Menurutnya, penyampaian dengan nada yang lebih keras diperlukan agar pesannya dapat didengar oleh masyarakat.

"Tapi kalau sama petani-nelayan, bicaranya harus keras. Betul, nggak? Kalau bicara kalem-kalem, kalian nggak akan dengar. Benar ya?" ujarnya.

Prabowo kemudian menirukan gaya pidato yang disampaikan dengan nada lebih pelan dan formal. Ia menyampaikan contoh pernyataan yang menurutnya kerap digunakan dalam pidato resmi.

"Saudara-saudara sekalian, pembangunan harus dilaksanakan dengan baik. Para petani dan nelayan harus kerja keras, harus kerja keras dan tidak boleh minta untung besar-besar ya. Dan kita semua berharap suatu saat, di kelak kemudian hari, kekayaan yang ada dinikmati segelintir orang akan pelan-pelan netes ke bawah," kata Prabowo sambil menirukan gaya bicara tersebut.

Ucapan itu disambut tawa para peserta yang hadir dalam acara tersebut. Prabowo kemudian berkelakar agar bagian pidatonya dihapus oleh awak media.

"Eh, sori, sori. Coba di, di-delete, delete. Eh, friend, ya, wartawan kita kompak, ya. Coba yang gitu-gitu. Nanti gua dihajar lagi, tuh," kata Prabowo.

Meski demikian, Presiden menyatakan dirinya tidak mempermasalahkan jika pernyataannya menjadi sorotan. Ia mengatakan lebih memilih berbicara secara terbuka di hadapan masyarakat.

"Emang gua pikirin. Sudah hari gini kita bicara apa adanya deh. Kalian lebih senang tahu hati saya, benar nggak? Daripada ngomong-ngomong sopan-sopanan gitu. Sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan korupsi," ujar Prabowo.

Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII menjadi salah satu agenda yang mempertemukan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyampaikan sejumlah program yang berkaitan dengan sektor pertanian, perikanan, dan pembangunan pedesaan.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE