Viral Ucapan Prabowo Soal Rapor Pejabat: 100 Milik Tuhan, 98 Presiden, dan 97 DPR

Disampaikan dengan humor saat peluncuran buku Bahlil Lahadalia, Presiden Prabowo beberkan standar penilaian kinerja menteri hingga lembaga negara.

Viral Ucapan Prabowo Soal Rapor Pejabat: 100 Milik Tuhan, 98 Presiden, dan 97 DPR
Prabowo Subianto. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan cara unik sekaligus bernada humor dalam memberikan penilaian terhadap kinerja para pejabat serta lembaga tinggi negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara peluncuran buku bertajuk "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" yang berlangsung di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Dalam perumpamaan yang disampaikannya, Prabowo menegaskan bahwa nilai sempurna 100 hanya pantas dialamatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sementara manusia dan lembaga negara menempati tingkatan di bawahnya.

Perumpamaan Skala Nilai Lembaga Negara dan Standar Rapor Menteri

Di hadapan para tamu undangan yang hadir, Prabowo membeberkan skala penilaian kiasan untuk lembaga-lembaga tinggi negara dengan selipan candaan yang memancing gelak tawa. Menurutnya, setelah nilai 100 secara mutlak menjadi milik Sang Pencipta, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menempati posisi 99.

Prabowo sempat menyinggung kedudukan lembaga negara agar tidak keliru menyebutkan hirarkinya, sebelum menetapkan angka 98 untuk posisi Presiden Republik Indonesia, 97 untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, 96 bagi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, serta angka 95 untuk para ketua umum partai politik.

Meskipun disampaikan dalam suasana santai dan tidak dimaksudkan sebagai sistem penilaian resmi ketatanegaraan, perumpamaan ini memperlihatkan cara Prabowo menggambarkan standar evaluasi.

Pada momen yang sama, Prabowo memberikan pujian atas kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Berdasarkan pengamatannya selama ini, Bahlil dinilai berhasil mengantongi rapor yang memuaskan dalam mengelola sektor strategis nasional.

Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya merupakan sosok yang cukup ketat dan tidak mudah memberikan nilai tinggi kepada bawahannya. Menurut standar yang ia pakai, seorang pejabat yang berhasil mengantongi angka 91 atau 92 sudah masuk dalam kategori sangat baik. Sementara bagi jajaran menteri kabinet, torehan nilai di kisaran 88 hingga 89 sudah dianggap sebagai capaian kerja yang memuaskan.

Dorongan Evaluasi Berkelanjutan dan Optimisme Kinerja Kabinet

Lebih lanjut, Prabowo mengibaratkan perjalanan pemerintahannya seperti proses pendidikan yang saat ini masih berada di fase pertengahan semester. Analogi ini menekankan bahwa hasil yang dicapai saat ini belum menjadi penilaian akhir, sehingga masih tersedia waktu yang cukup bagi seluruh jajaran menteri untuk berbenah dan meningkatkan kualitas kinerja.

Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pejabat publik agar tidak berpuas diri dengan pencapaian yang ada. Evaluasi berkala dinilai sangat krusial, terutama pada sektor-sektor vital seperti pengelolaan energi dan sumber daya alam yang berdampak langsung pada iklim investasi, industri, hingga ketahanan ekonomi masyarakat.

Prabowo menegaskan rasa bangga dan optimismenya terhadap arah pemerintahan yang ia pimpin. Kepercayaan diri tersebut didasari oleh berbagai program prioritas yang menurutnya telah membuahkan hasil konkret di lapangan.

Bagi Prabowo, tingkat keberhasilan pemerintah tidak diukur dari sekadar wacana atau rencana di atas kertas, melainkan dari bukti nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh rakyat Indonesia.

Demikian rincian penyampaian Presiden Prabowo Subianto mengenai skema penilaian kiasan lembaga negara, evaluasi kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta dorongan perbaikan berkelanjutan bagi seluruh jajaran kabinet pemerintahan.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE