Pep Guardiola Beri Dukungan untuk Manchester City di Tengah Kasus Finansial

Pep Guardiola Beri Dukungan untuk Manchester City di Tengah Kasus Finansial
- (Dok. CNN).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Mantan pelatih Manchester City Pep Guardiola menyampaikan dukungan kepada klub di tengah proses hukum terkait kasus pelanggaran aturan finansial Premier League. Pesan tersebut disampaikan Guardiola melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (30/9/2026).

Guardiola mengunggah sejumlah foto dari masa kepemimpinannya di Manchester City. Dalam unggahan tersebut, ia juga menyampaikan pesan kepada para pendukung klub yang berada di berbagai negara.

"Saya ingin setiap penggemar Manchester City di seluruh dunia tahu bahwa saya ada di sini, lebih dari sebelumnya. Saya selalu, sejak dulu dan akan selalu, berada di belakang klub saya, pemilik, chairman, Ferran, para pemain, staf, Enzo, dan kalian, para pendukung kami," tulis Guardiola.

Ia kemudian mengajak para pendukung untuk tetap bersama menghadapi situasi yang sedang dihadapi klub.

"Saya ingin memperjelas bahwa kita akan melewati ini bersama-sama, saya mencintai kalian semua," lanjut Guardiola.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Premier League mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap Manchester City. Komisi Independen menyatakan klub bersalah atas seluruh pelanggaran serius aturan finansial yang berkaitan dengan periode 2009/10 hingga 2017/18.

Guardiola Tinggalkan Manchester City pada 2026

Guardiola meninggalkan kursi pelatih Manchester City pada akhir musim 2025/26 setelah hampir satu dekade menangani klub tersebut.

Selama periode tersebut, Guardiola membawa City meraih enam gelar Premier League serta berbagai trofi lainnya. Di bawah kepemimpinannya, Manchester City juga berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Inggris dan Eropa.

Meski sudah tidak lagi menjadi pelatih, Guardiola menunjukkan bahwa hubungannya dengan Manchester City masih kuat melalui pesan dukungan tersebut.

Manchester City Dinyatakan Bersalah

Kasus yang sedang dihadapi Manchester City berkaitan dengan dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League selama sembilan musim. Selain dinyatakan bersalah atas pelanggaran finansial, klub juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar dugaan pelanggaran terkait kewajiban bekerja sama dalam proses penyelidikan.

Premier League menyebut komisi menemukan penggunaan kontrak komersial palsu dalam skema pendanaan Manchester City. Skema tersebut disebut berkaitan dengan upaya meningkatkan pendapatan dan menekan biaya klub dengan nilai lebih dari 900 juta poundsterling.

Menurut Premier League, skema tersebut juga membuat Manchester City terlihat memenuhi batas pengeluaran yang ditetapkan Premier League dan UEFA.

Komisi Independen turut menyatakan Manchester City melanggar kewajiban untuk bekerja sama selama proses penyelidikan berlangsung.

Manchester City membantah temuan tersebut. Klub menyatakan memiliki bukti kuat untuk mendukung posisinya dan akan menggunakan jalur banding terhadap keputusan Komisi Independen.

Sanksi Manchester City Belum Ditentukan

Meski telah ada putusan dari Komisi Independen, sanksi terhadap Manchester City belum ditetapkan. Proses hukum juga masih berlanjut karena klub memiliki hak untuk mengajukan banding.

Manchester City memiliki batas waktu hingga Jumat (2/10/2026) untuk mengajukan banding terhadap putusan tersebut.

Dengan proses tersebut, dampak akhir terhadap Manchester City belum dapat dipastikan. Pesan Guardiola pun disampaikan ketika klub masih menghadapi tahapan hukum yang dapat menentukan konsekuensi lebih lanjut dari kasus finansial tersebut.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE