Messi, Mbappe, dan Haaland Bikin Rekor Legendaris Piala Dunia 1958 Terancam Tumbang

Messi, Mbappe, dan Haaland Bikin Rekor Legendaris Piala Dunia 1958 Terancam Tumbang
- (Dok. France 24).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Piala Dunia 2026 baru memasuki fase grup, namun ancaman terhadap salah satu rekor paling legendaris dalam sejarah turnamen sudah mulai terlihat. Ketajaman Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland membuat catatan yang telah bertahan sejak 1958 kembali menjadi sorotan.

Rekor tersebut milik legenda Prancis, Just Fontaine, yang hingga kini masih memegang status sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Fontaine mencetak 13 gol dalam enam pertandingan pada Piala Dunia 1958, sebuah prestasi yang selama hampir enam dekade dianggap nyaris mustahil untuk disamai.

Kini, tiga bintang sepak bola dunia mulai mendekati jalur yang sama.

Lionel Messi menjadi pemain paling tajam sejauh ini. Kapten Argentina tersebut sudah mengoleksi lima gol hanya dalam dua pertandingan pertama Piala Dunia 2026. Seluruh gol Argentina sejauh ini lahir dari kaki sang megabintang.

Messi mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair dengan skor 3-0. Ia kemudian menambah dua gol ketika Albiceleste menundukkan Austria 2-0.

Catatan tersebut membuat pemain berusia 39 tahun itu memimpin daftar top skor sementara turnamen. Selain itu, Messi juga telah menorehkan sejarah baru sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia dengan koleksi 18 gol.

Jumlah tersebut membuatnya melampaui rekor yang sebelumnya dipegang Miroslav Klose dengan 16 gol.

Persaingan di papan atas daftar pencetak gol tidak hanya diisi Messi. Kylian Mbappe dan Erling Haaland juga langsung menunjukkan ketajaman sejak awal turnamen.

Mbappe mencetak dua gol saat Prancis mengalahkan Senegal dan kembali menyumbang dua gol ketika Les Bleus menundukkan Irak. Total empat gol membuat kapten Prancis itu terus menempel Messi dalam perburuan sepatu emas.

Hal serupa dilakukan Haaland bersama Norwegia. Penyerang tersebut juga membukukan empat gol dalam dua pertandingan pertamanya di Grup I dan menjadi salah satu pemain paling produktif di fase grup.

Ketajaman ketiga pemain tersebut membuat rekor Fontaine yang bertahan selama 68 tahun mulai kembali diperbincangkan.

Pada Piala Dunia 1958, Fontaine tampil luar biasa dengan mencetak gol dalam setiap pertandingan yang dijalani Prancis. Ia mencetak tiga gol ke gawang Paraguay, dua gol melawan Yugoslavia, satu gol ke Skotlandia, dua gol saat menghadapi Irlandia Utara, satu gol ke Brasil, dan empat gol ketika melawan Jerman Barat pada perebutan tempat ketiga.

Total 13 gol dalam enam pertandingan membuat Fontaine memiliki rata-rata 2,17 gol per pertandingan, sebuah angka yang belum pernah mampu disamai pemain lain sepanjang sejarah Piala Dunia.

Peluang terbesar untuk memecahkan rekor tersebut saat ini berada di tangan Messi. Dengan lima gol dari dua pertandingan, sang kapten Argentina memiliki rasio yang hampir sama dengan Fontaine pada awal turnamen.

Mbappe dan Haaland juga masih berpeluang mengejar catatan tersebut, terutama karena format Piala Dunia 2026 memungkinkan sebuah tim memainkan hingga delapan pertandingan apabila berhasil mencapai final atau laga perebutan tempat ketiga.

Jika ketiga pemain mampu mempertahankan produktivitas mereka dan membawa negaranya melaju jauh, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi saksi lahirnya rekor baru yang telah bertahan selama hampir tujuh dekade.

Daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia:

  • Lionel Messi (Argentina): 18 gol dari 28 pertandingan

  • Kylian Mbappe (Prancis): 16 gol dari 16 pertandingan

  • Miroslav Klose (Jerman): 16 gol dari 24 pertandingan

  • Ronaldo (Brasil): 15 gol dari 19 pertandingan

  • Gerd Muller (Jerman): 14 gol dari 13 pertandingan

  • Just Fontaine (Prancis): 13 gol dari 6 pertandingan

  • Pele (Brasil): 12 gol dari 14 pertandingan

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE