Akhirnya Diungkap! Prabowo Blak-blakan Soal Alasan Copot Dadan, Ternyata Ini yang Terjadi di Balik Layar

Akhirnya Diungkap! Prabowo Blak-blakan Soal Alasan Copot Dadan, Ternyata Ini yang Terjadi di Balik Layar
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pencopotan Dadan Hindayana dan dua petinggi Badan Gizi Nasional ternyata bukan keputusan yang datang tiba-tiba.

Di balik itu, ada kegelisahan yang sudah lama dipendam dan akhirnya sampai di titik tidak bisa ditoleransi lagi.

Dalam sebuah acara besar terkait program Makan Bergizi Gratis di Sentul, Presiden Prabowo Subianto akhirnya bicara langsung. Ia mengaku keputusan mengganti pimpinan BGN bukan hal yang mudah. Tapi ada satu prinsip yang ia pegang kuat ketika harus menentukan langkah, yaitu berpihak pada rakyat.

Ia bahkan mengingat pesan dari ayahnya yang terus ia pegang sampai sekarang. Kalau sedang ragu, pilihlah keputusan yang mengutamakan kepentingan rakyat. Dari situ terlihat bahwa keputusan ini bukan sekadar soal jabatan, tapi soal tanggung jawab yang lebih besar.

Di hadapan banyak peserta, Prabowo juga mengungkap bahwa dirinya menerima berbagai laporan. Isinya tidak sederhana. Ada kekurangan, kejanggalan, bahkan indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan program yang seharusnya jadi andalan pemerintah tersebut.

Dari situ, satu hal jadi jelas. Masalahnya bukan cuma teknis kecil, tapi sudah menyentuh soal integritas dan kualitas kepemimpinan. Menurut Prabowo, pemimpin itu menentukan arah organisasi. Kalau pemimpinnya tidak beres, dampaknya akan terasa ke seluruh sistem.

Ia juga menegaskan bahwa negara tidak akan diam jika ada yang menyalahgunakan kepercayaan. Uang rakyat bukan sesuatu yang bisa dipermainkan. Bahkan ia mengulang pernyataan tegas bahwa tidak boleh ada satu pun yang berani "mengambil" dari hak rakyat.

Kalimat itu terasa seperti garis batas. Bahwa program sebesar Makan Bergizi Gratis memang tidak boleh diisi dengan praktik yang merusak tujuan awalnya.

Menariknya, di sisi lain pemerintah sebelumnya juga sudah melakukan evaluasi cukup panjang. Selama sekitar satu setengah tahun, kinerja BGN dipantau dan ditemukan sejumlah catatan, mulai dari kedisiplinan menjalankan prosedur, tata kelola, hingga kualitas makanan yang disajikan.

Semua itu seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk satu gambaran utuh. Bahwa pergantian ini bukan reaksi sesaat, tapi hasil akumulasi dari banyak masalah yang muncul.

Di akhir arahannya, Prabowo memberi pesan yang cukup keras tapi juga realistis. Siapa pun yang tidak bisa bekerja dengan baik, tidak serius, atau tidak menjaga amanah, sebaiknya menyingkir. Karena yang paling penting tetap satu, kepentingan rakyat harus selalu jadi prioritas utama.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE