Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal, Ini 5 Program yang Diklaim Pakai Uang Pribadi Prabowo: Termasuk Makan Bergizi Gratis?

Sorotan Anggaran Negara: Menguak Klaim Dana Pribadi Presiden Prabowo dalam Agenda Publik

Tanggapi Kritik Dino Patti Djalal, Ini 5 Program yang Diklaim Pakai Uang Pribadi Prabowo: Termasuk Makan Bergizi Gratis?
Prabowo Subianto. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID -Langkah kerja dan frekuensi perjalanan luar negeri Presiden Prabowo Subianto belakangan ini mendapat perhatian publik.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, sempat melayangkan kritik terkait tingginya intensitas kunjungan kerja ke mancanegara yang dinilai menelan anggaran negara hingga ratusan miliar rupiah.

Merespons kritik tersebut, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan klarifikasi. Teddy menegaskan bahwa seluruh kelebihan biaya operasional perjalanan luar negeri yang melewati batas pagu anggaran resmi negara ditanggung sepenuhnya oleh kantong pribadi Presiden Prabowo.

Klaim mengenai penggunaan dana personal presiden untuk urusan publik ini bukan pertama kalinya mencuat. Pihak Istana sebelumnya juga beberapa kali menyatakan bahwa sejumlah agenda dinas, kegiatan kabinet, hingga program bantuan sosial dibiayai langsung dari uang pribadi kepala negara.

Berikut adalah deretan program dan kegiatan yang diklaim menggunakan dana pribadi Presiden Prabowo:

Deretan Kegiatan yang Disebut Menggunakan Dana Pribadi Presiden

1. Kelebihan Biaya Kunjungan Kerja Luar Negeri

Klaim terbaru datang dari sektor diplomasi internasional. Menjawab kekhawatiran publik mengenai pembengkakan biaya perjalanan dinas presiden, Seskab Teddy Indra Wijaya melalui unggahan video resmi menegaskan bahwa pembiayaan ekstranya tidak membebani APBN.

Segala bentuk kelebihan anggaran dari nominal yang sudah ditetapkan oleh negara mutlak diselesaikan menggunakan dana personal milik Prabowo.

2. Uji Coba Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sebelum resmi berjalan secara serentak, simulasi dan uji coba program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah ternyata memanfaatkan dana pribadi. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, sempat mencontohkan pelaksanaan uji coba di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Wilayah tersebut menggunakan sisa anggaran simulasi yang sebelumnya dikucurkan langsung dari kantong pribadi Prabowo.

3. Agenda Retret Kabinet Merah Putih di Akmil Magelang

Kegiatan orientasi dan retret para menteri serta wakil menteri Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada Oktober 2024 lalu juga dilaporkan bebas dari anggaran negara.

Pihak Istana menjelaskan bahwa seluruh biaya persiapan dan pelaksanaan acara yang dirancang satu bulan sebelum pelantikan tersebut ditanggung secara mandiri oleh beliau.

4. Pengadaan Bantuan Becak Listrik untuk Lansia

Program jaminan sosial berupa pembagian becak listrik bagi pengemudi becak lanjut usia yang tersebar di sejumlah daerah turut diklaim berbasis dana pribadi.

Bekerja sama dengan Yayasan Gerakan Sosial Nasional (GSN), bantuan moda transportasi ramah lingkungan produksi Pindad dan LEN Industri ini ditargetkan menyasar hingga 10 ribu unit secara bertahap, di mana ribuan unit di antaranya diklaim murni bersumber dari dana personal presiden.

5. Pengadaan Sapi Kurban Idul Adha 2026

Penyaluran hewan kurban sempat memicu pembahasan setelah adanya pernyataan mengenai alokasi dana APBN sebesar Rp100 miliar untuk bantuan sapi kurban pemerintah. Kementerian Sekretariat Negara kemudian memberikan klarifikasi hukum dengan memisahkan antara bantuan resmi pemerintah dan kurban personal.

Ditegaskan bahwa di luar bantuan negara, Presiden Prabowo tetap membeli dan menyalurkan sejumlah hewan kurban atas nama pribadi dengan uangnya sendiri untuk dibagikan kepada masyarakat.

Komitmen Transparansi Anggaran Negara

Pemberitaan mengenai akomodasi mandiri dalam program-program semi-pemerintah ini memicu diskusi hangat di ruang publik mengenai batasan ideal antara dana taktis kedinasan dan kekayaan personal seorang kepala negara.

Di satu sisi, langkah penom bokan ini dinilai mampu meringankan beban fiskal negara, namun di sisi lain, publik tetap mengharapkan transparansi dan akuntabilitas yang jelas pada setiap laporan keuangan program yang bersentuhan dengan masyarakat.

Bagaimana tanggapan Gen mengenai kebijakan pendanaan mandiri untuk sejumlah program pemerintah ini? Bagikan pandanganmu di kolom komentar!

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE