Jangan Makan Terlalu Cepat! Ini Dampaknya Buat Pencernaan Kamu
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tahu nggak sih kalau cara kamu makan bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan? Yup, bukan cuma soal makanan yang kamu pilih, tapi juga seberapa cepat kamu menghabiskannya!
Menurut Dr. Karan Rajan, seorang dokter bedah dari National Health Service (NHS) Inggris yang juga sering berbagi edukasi kesehatan, kecepatan makan punya dampak besar buat sistem pencernaan dan tubuh kamu.
"Ketika Anda makan terlalu cepat, Anda melewatkan beberapa mekanisme fisiologis yang dirancang untuk mengoptimalkan pencernaan," kata Dr. Rajan seperti dikutip dari Hindustan Times, Jumat (21/3).
Apa yang Terjadi Kalau Makan Terlalu Cepat?
Pencernaan sebenarnya sudah dimulai sejak makanan masuk ke mulut. Saat kamu mengunyah, enzim amilase mulai memecah karbohidrat jadi gula. Tapi kalau kamu makan buru-buru dan nggak mengunyah dengan benar, makanan bisa masuk ke usus dalam potongan besar. Nah, ini bikin bakteri usus kerja ekstra keras buat memecah makanan, yang akhirnya bisa menghasilkan gas berlebih. Hasilnya? Perut bisa kembung dan nggak nyaman!
Selain itu, makan dengan kecepatan tinggi juga bisa bikin otot sfingter esofagus (katup antara lambung dan kerongkongan) bekerja lebih keras. Ini bisa meningkatkan risiko refluks asam alias asam lambung naik, yang bikin dada terasa panas atau nyeri ulu hati. Nggak enak banget, kan?
Bisa Bikin Perut Jadi 'Kaget'
Nggak cuma itu, kebiasaan makan cepat juga bisa memicu refleks gastrocolic yang berlebihan. Buat kamu yang belum tahu, refleks ini adalah dorongan alami tubuh buat buang air besar setelah makan. Nah, kalau berlebihan, bisa-bisa kamu malah jadi sering merasa ingin BAB atau bahkan kena diare. Terutama buat yang punya sindrom iritasi usus besar (IBS), ini bisa jadi masalah serius.
Tubuh Butuh Waktu Buat Mencerna dengan Baik
Menurut Dr. Rajan, kalau kamu makan terlalu cepat, tubuh nggak punya cukup waktu buat mengeluarkan enzim dan cairan pencernaan yang dibutuhkan. Hasilnya? Pencernaan jadi nggak maksimal dan nutrisi dari makanan yang kamu konsumsi nggak terserap dengan baik.
Nggak cuma itu, hormon yang ngasih sinyal ke otak kalau kamu sudah kenyang, seperti kolesistokinin, GIP, dan GLP-1, juga butuh waktu buat bekerja. Kalau kamu makan buru-buru, sinyal ini nggak sempat sampai ke otak tepat waktu. Akibatnya? Kamu bisa makan lebih banyak dari yang seharusnya dan berisiko mengalami obesitas.
Solusinya? Makan Lebih Santai!
Jadi, kalau kamu sering makan cepat, mulai sekarang coba deh lebih santai. Nikmati makanan dalam porsi kecil dan kunyah perlahan. Ini bukan cuma bikin pencernaan lebih sehat, tapi juga bantu kamu mengontrol nafsu makan dan menghindari berbagai gangguan kesehatan.
Yuk, mulai biasakan makan lebih pelan dan dengarkan tubuh kamu!
0 Comments





- Demi Selamatkan Pasien Kritis, Ambulans Terobos Banjir di Kupang dan Sempat Terjebak
- Tokyo Jadi Destinasi Favorit di Asia untuk Tahun Baru Imlek 2025
- Jerman Lolos ke Semifinal UEFA Nations League! Italia Tersingkir dengan Dramatis!
- Daftar Maskapai Teraman di Dunia untuk Tahun 2025
- Catat! Berikut 10 Buah Segar yang Bisa Melancarkan Pencernaan dan Menjaga Kesehatan Usus
- Resep Semur Daging Sapi Lebaran: Gurih, Manis, dan Bikin Nagih!
- Cara Sehat Dengan Jogging untuk Pemula
- Jadwal Perempat Final Liga Europa: Manchester United Hadapi Lyon, Tottenham Tantang Eintracht Frankfurt!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!