TikTok Memperluas Fitur Belanja Live Streaming ke Lebih Banyak Negara
JAKARTA, GENVOICE.ID - TikTok terus mengembangkan fitur belanja dalam aplikasinya dengan mendorong penggunaan live streaming sebagai salah satu strategi utama. Di China, versi lokal aplikasi ini, Douyin, telah mencatatkan sebagian besar pendapatannya dari fitur belanja secara langsung. Dalam upaya memperluas jangkauan bisnisnya,
Melansir dari SocialMediaToday, Jumat (21/2), TikTok kini berencana menghadirkan fitur TikTok Live Shopping ke lebih banyak wilayah. Berdasarkan laporan South China Morning Post (SCMP), TikTok berencana memperluas operasional e-commerce-nya ke Italia, Jerman, dan Prancis, serta menargetkan ekspansi ke Jepang dan Brasil pada tahun ini.
Sebelumnya, TikTok juga telah meluncurkan fitur TikTok Shop di Meksiko sebagai bagian dari ekspansinya di Amerika Latin. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis belanjanya secara global. Meskipun fitur ini telah sukses di China, penerimaan TikTok Shop di wilayah lain masih bervariasi. Douyin saat ini menghasilkan penjualan sekitar 500 miliar dolar per tahun, namun angka ini belum tercapai di platform TikTok versi internasional.
Namun, data menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap fitur belanja di TikTok. Pada Black Friday tahun lalu, penjualan melalui platform ini mengalami peningkatan tiga kali lipat, dengan live streaming menjadi salah satu faktor utama yang mendorong transaksi. Selain itu, fitur belanja dalam aplikasi juga mulai menarik perhatian pengguna di kawasan Asia Tenggara. Di sisi lain, TikTok juga mencatat peningkatan jumlah kreator dan penonton live streaming di aplikasinya. Pada tahun 2024, terdapat lebih dari 100 juta kreator yang melakukan live streaming, dengan 46 juta kreator melakukannya untuk pertama kali.
TikTok juga mencatat bahwa miliaran pengguna telah menonton konten live dan menghasilkan lebih dari 269 miliar percakapan di dalam platform. Selain itu, sebanyak 250 ribu kreator mengalami peningkatan pendapatan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan meningkatnya minat terhadap live streaming, TikTok mulai menyediakan panduan bagi merek dan bisnis dalam memanfaatkan fitur ini untuk berjualan. Langkah ini sejalan dengan upaya TikTok untuk memperluas potensi monetisasi platformnya, terutama di tengah tantangan regulasi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.
Meskipun fitur belanja melalui live streaming belum diadopsi secara luas di semua pasar, tren ini menunjukkan potensi pertumbuhan di berbagai wilayah. TikTok terus melakukan pengembangan untuk meningkatkan adopsi fitur ini dan mendorong lebih banyak bisnis memanfaatkannya sebagai bagian dari strategi pemasaran digital mereka.
0 Comments





- Trump dan Putin Akan Bahas Gencatan Senjata Ukraina dan Pembagian Wilayah
- Amalan-Amalan Bernilai di Bulan Ramadhan yang Perlu Diketahui
- Fonseca Menang di Debut Indian Wells, Kyrgios Mundur karena Cedera
- Musisi Robbie Williams Tunjukkan Gigi Baru yang Membuatnya Terlihat Lebih Muda
- Api Melahap Puluhan Ribu Hektar di Korea Selatan, Ini Penyebabnya
- Film Dokumenter Michael Jackson Memancing Kontroversi yang Tak Berujung
- Acara TV yang Kembali Hadir di Bulan Ramadan 2025
- Barcelona Kalahkan Benfica 3-1, Raphinha dan Yamal Tampil Gemilang
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!