Ganja dan Dunia Medis: Antara Potensi Pengobatan dan Risiko Kesehatan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Beberapa hari ini heboh penemuan ladang ganja di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Penanaman ladang ganja ini merupakan aktivitas ilegal yang dapat merusak ekosistem taman nasional. Namun, tahukah Anda bahwa ganja memiliki manfaat untuk bidang kesehatan (ganja medis), walau disisi lain juga terdapat risiko yang akan dialami.
Ganja medis memiliki dua senyawa yaitu, cannabidiol (CBD)an delta-9 tetrahydrocannabinol (THC). Kedua senyawa ini ditemukan di dalam tanaman Cannabis Sativa.
Bagi negara-negara dimana ganja itu legal, tenaga medisnya meresepkan mulai dari ganja kering, minyak, tablet dan produk lain yang mengandung CBD dan THC untuk mengobati berbagai macam kondisi penyakit.
Efek dari pengobatan seperti ini secara umum dapat ditoleransi dengan baik sesuai dengan cara dan tujuan pengobatan. Namun, jika penggunaan produk ganja di luar indikasi medis atau ilegal tentu bisa menimbulkan masalah.
Manfaat Ganja Medis
Ganja memiliki sejumlah manfaat medis karena memiliki kandungan CBD dan THC nya. Salah satu pengobatan menggunakan ganja medis seperti yaitu pengelolaan nyeri kronis khususnya neuropatik.
Tidak hanya itu, ganja medis juga mempu membuat orang yang kecanduan alkohol agar bisa mengurangi zat adiktif tersebut. Dalam bidang kesehatan mental juga, ganja medis digunakan untuk mengurangi depresi, kecemasan sosial, dan PTSD (depresi, gangguan stres pasca-trauma). Jika Anda memiliki mual akibat kemoterapi kanker, penggunaan ganja medis sebenarnya juga bisa membantu mengurangi. Dapat dipahami bahwa penggunaan ganja bisa positif untuk keperluan medis, namun ini berlaku di negara-negara yang sudah melegalkannya.
Risiko Kesehatan Akibat Ganja
Ganja memang memiliki banyak manfaat khususnya dalam bidang kesehatan bahkan banyak digunakan di negara-negara yang telah dilegalkan. Namun, penggunaan ganja juga bisa berisiko jika digunakan berlebihan seperti gangguan kesehatan mental jangka pendek yaitu psikosis dan jangka panjang yaitu skizofrenia.
Ketika ganja digunakan secara rutin juga bisa berdampak kepada pikiran untuk melakukan aksi bunuh diri, meningkatkan gejala depresi, dan memperburuk kondisi penderita bipolar. Lalu, dari kesehatan pernapasan juga bisa berpengaruh karena bisa memicu penyakit bronkitis.
Jadi menurut kamu gimana nih Gen, apakah bisa ganja medis digunakan di negara kita?
0 Comments





- Whoosh Angkut Lebih dari 210 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2025
- VinFast Makin Gacor, Pabrik Baru & Mobil Anyar Siap Hadir di Indonesia
- Rumor Transfer: Alexander-Arnold ke Madrid, Sementara MU Siap Cuci Gudang
- Geger, Jasad Bayi Dibungkus Kaos Hitam Ditemukan di Cilincing
- Lagi Viral! Kasus Polisi Ditembak, Amnesty Soroti Budaya Kebal Hukum
- Kota Tua Jakarta Diserbu Ribuan Wisatawan, Pilihan Liburan Hemat yang Tetap Seru
- Angin Puting Beliung Hantam Tugu Selatan, Jakarta Utara, Puluhan Rumah dan Mobil Terdampak
- Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: Jepang Ditahan Arab Saudi, Indonesia Raih Kemenangan Penting
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!