Bukan Cuma Bangun dan Scroll HP! Psikiater Ini Bongkar Rutinitas Pagi yang Bikin Mental Lebih Stabil

Bukan Cuma Bangun dan Scroll HP! Psikiater Ini Bongkar Rutinitas Pagi yang Bikin Mental Lebih Stabil
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Apa yang kamu lakukan lima belas menit pertama setelah bangun tidur ternyata bukan sekadar rutinitas biasa.

Cara memulai pagi bisa menentukan suasana hati, fokus, bahkan tingkat stres sepanjang hari. Hal ini diungkapkan oleh psikiater sekaligus pakar kesehatan otak, Daniel Gregory Amen.

Dilansir dari Hindustan Times, Selasa (3/3) waktu setempat, Dr. Amen membagikan kebiasaan sederhana yang menurutnya mampu menjaga kesehatan mental sejak pagi. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, ia menekankan bahwa kesiapan mental harus diiringi dengan "mengaktifkan" tubuh lebih dulu.

Menurutnya, paparan sinar matahari pagi adalah langkah awal yang penting. Ia menyarankan untuk keluar rumah, kecuali jika cuaca sangat dingin, dan berjalan kaki singkat. Aktivitas ringan ini membantu meningkatkan metabolisme sekaligus memberi sinyal pada otak bahwa hari telah dimulai.

Paparan cahaya alami diketahui berperan dalam mengatur ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang memengaruhi kualitas tidur dan kestabilan emosi. Ketika ritme ini seimbang, suasana hati pun cenderung lebih stabil.

Selain bergerak, hidrasi juga menjadi kunci. Dr. Amen menyarankan minum segelas besar air segera setelah bangun tidur, bahkan menambahkan setengah buah lemon. Setelah berjam-jam tanpa asupan cairan, tubuh membutuhkan hidrasi untuk mengoptimalkan fungsi organ, termasuk otak.

Tak berhenti di situ, pola makan pagi juga tak kalah penting. Dr. Amen mengaku hampir selalu memulai hari dengan makanan tinggi protein dan lemak sehat, seperti tiga butir telur. Beberapa waktu setelahnya, ia mengonsumsi protein shake.

Ia juga menerapkan puasa intermiten dengan jeda makan 12 hingga 16 jam. Karena itu, sarapan lebih siang menurutnya bukan masalah, selama kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Asupan protein di pagi hari membantu menjaga kestabilan energi dan mencegah lonjakan gula darah yang bisa memengaruhi mood.

Namun yang paling penting, kata Dr. Amen, adalah membangun kesadaran terhadap kesehatan otak setiap hari. Ia menyarankan satu pertanyaan sederhana sebelum melakukan sesuatu: apakah ini baik untuk otak saya atau justru merugikannya?

Pertanyaan reflektif tersebut terdengar sepele, tetapi bisa menjadi rem sebelum seseorang memilih kebiasaan yang kurang sehat, seperti langsung mengecek media sosial, melewatkan sarapan, atau menunda aktivitas fisik.

Intinya, pagi hari adalah fondasi. Jika dimulai dengan paparan sinar matahari, hidrasi cukup, gerak ringan, nutrisi tepat, dan pola pikir sadar, peluang untuk menjalani hari dengan lebih fokus dan minim stres pun semakin besar.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE