Jelang SEA Games 2025, Menpora: Targetkan Indonesia Pertahankan Peringkat Ketiga
JAKARTA, Genvoice.id - 2025 - Menjelang perhelatan SEA Games 2025 di Thailand, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan bahwa target utama kontingen Indonesia adalah mempertahankan posisi peringkat ketiga di klasemen akhir. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (16/10).
"Saya merasa mereka sudah berjuang mati-matian. Mudah-mudahan ini membangkitkan bagaimana kita bisa punya misa yang sama untuk mengibarkan bendera Merah Putih, paling tidak, ranking 3 lagi di SEA Games," ungkap Erick di kantor Kemenpora seperti yang dikutip dari Kumparan, Jumat (17/10).
Erick menjelaskan bahwa target ini disusun dengan mempertimbangkan sejumlah perubahan signifikan dalam daftar cabang olahraga. Dari total 87 nomor yang sebelumnya menjadi andalan di SEA Games 2023 Kamboja, sebanyak 41 nomor unggulan tidak lagi dipertandingkan di edisi kali ini.
Kondisi ini otomatis memangkas peluang Indonesia untuk meraih emas dari cabang yang biasanya menjadi kekuatan utama, seperti panjat tebing, wushu, dan beberapa nomor renang.
"Dengan dihapusnya banyak nomor unggulan, tentu kami harus menyesuaikan strategi. Fokus kami adalah efisiensi: mengirim atlet yang benar-benar berpotensi mendulang medali," ujar Erick Thohir.
Kemenpora bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan federasi cabang olahraga telah melakukan evaluasi menyeluruh untuk menentukan cabang prioritas. Dari hasil pemetaan awal, potensi perolehan medali Indonesia diproyeksikan berada di kisaran 78 hingga 90 emas, tergantung performa atlet di nomor-nomor baru yang ditambahkan panitia.
Untuk menunjang persiapan, pemerintah juga menambah anggaran secara signifikan. Jika sebelumnya hanya sekitar Rp10 miliar, kini dana yang dialokasikan untuk SEA Games 2025 naik menjadi Rp60 miliar. Dana ini akan digunakan untuk program pelatihan nasional, try out internasional, hingga kebutuhan logistik kontingen.
Selain itu, jumlah atlet yang diberangkatkan ke Thailand juga disesuaikan. Indonesia berencana mengirim 700 hingga 800 atlet, jumlah yang lebih ramping dibanding edisi sebelumnya. Menpora menegaskan, kualitas lebih penting daripada kuantitas.
"Kami tidak ingin asal kirim atlet. Setiap cabang harus menunjukkan potensi medali yang jelas," tegasnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!