Korea Selatan Larang Unduhan AI DeepSeek dari Tiongkok Gegara Hal Ini
JAKARTA, GENVOICE.ID -Otoritas perlindungan data Korea Selatan pada Senin mengumumkan bahwa unduhan baru aplikasi AI asal China, DeepSeek, telah ditangguhkan.
Dilansir dari BBC International, keputusan ini diambil setelah DeepSeek mengakui tidak sepenuhnya mematuhi aturan perlindungan data pribadi yang diterapkan oleh Komisi Perlindungan Informasi Pribadi (PIPC).
PIPC menyatakan dalam konferensi pers bahwa layanan aplikasi ini akan kembali tersedia setelah perbaikan dilakukan sesuai dengan undang-undang privasi negara tersebut. Aplikasi AI chatbot ini menjadi sangat populer di Korea Selatan dalam waktu singkat, bahkan mencapai puncak unduhan di berbagai toko aplikasi dengan lebih dari satu juta pengguna mingguan.
Namun, lonjakan popularitasnya juga menarik perhatian regulator di berbagai negara yang mulai memberlakukan pembatasan terhadap aplikasi ini dengan alasan keamanan dan privasi nasional. Pada Sabtu malam, aplikasi DeepSeek tidak lagi tersedia di App Store Apple dan Google Play di Korea Selatan setelah beberapa lembaga pemerintah melarang pegawainya mengunduh chatbot tersebut di perangkat kerja mereka.
Penjabat Presiden Korea Selatan, Choi Sang-mok, menyebut DeepSeek sebagai "kejutan" yang bisa berdampak pada berbagai industri, tidak hanya dalam sektor AI. Meski unduhan baru dilarang, pengguna yang telah memiliki aplikasi ini tetap bisa menggunakannya atau mengaksesnya melalui situs resmi DeepSeek.
DeepSeek mengguncang industri teknologi dan pasar global saat meluncurkan aplikasinya pada akhir bulan lalu. Popularitasnya yang meroket memicu kekhawatiran dari berbagai negara. Selain Korea Selatan, Taiwan dan Australia juga telah melarang DeepSeek di semua perangkat pemerintah.
Regulator Italia, yang sempat melarang ChatGPT pada 2023, kini mengambil langkah serupa terhadap DeepSeek. Mereka mengharuskan aplikasi ini memperbaiki kebijakan privasinya sebelum dapat kembali tersedia di toko aplikasi.
Sementara itu, di Amerika Serikat, anggota parlemen mengusulkan undang-undang untuk melarang DeepSeek digunakan di perangkat pemerintah federal dengan alasan kekhawatiran pengawasan. Beberapa negara bagian seperti Texas, Virginia, dan New York telah lebih dulu menerapkan aturan ini bagi para pegawainya.
Teknologi yang digunakan dalam model bahasa besar (LLM) DeepSeek disebut memiliki kemampuan penalaran yang setara dengan model AI asal AS seperti OpenAI GPT-4. Namun, yang mengejutkan banyak pihak adalah efisiensi DeepSeek, yang dilaporkan membutuhkan biaya pelatihan dan operasional jauh lebih rendah dibanding pesaingnya dari AS.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai miliaran dolar yang telah diinvestasikan dalam infrastruktur AI di AS dan negara-negara lain. Dengan inovasi yang lebih hemat biaya, DeepSeek menjadi tantangan serius bagi dominasi AS dalam bidang kecerdasan buatan.
Saat ini, dunia masih menunggu bagaimana DeepSeek akan menanggapi tuntutan dari berbagai regulator agar dapat kembali beroperasi secara penuh di pasar global.
0 Comments





- DOGE Mulai Bongkar Agen Teknologi Utama AS
- Angka Kelahiran di Jepang Catat Rekor Terendah, Populasi Kian Mengkhawatirkan
- Wanda Sykes dan Kampanye Kesadaran Kanker Payudara di Super Bowl
- Dari Tangis Hingga Jadi Nominasi Oscar, Ariana Grande Ceritakan Perjalanan Emosionalnya di Wicked
- Penyanyi Buffy Sainte-Marie Kehilangan Penghargaan Tertinggi Kanada di Tengah Kontroversi Identitas
- Crown Prosecution Service Perketat Aturan: Pelaku "Revenge Porn" Tak Lagi Bisa Simpan Foto Korban
- Indonesia Kolaborasi dengan Google untuk Melindungi Anak dari Konten Berbahaya
- AI Tingkatkan Efisiensi Dokter, Kurangi Burnout dan Percepat Pelayanan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!