Wajib Tahu! Ini Inovasi Teknologi yang Mengubah Cara Pemberian ASI di NICU

M
M Ihsan
Penulis
Techno
Wajib Tahu! Ini Inovasi Teknologi yang Mengubah Cara Pemberian ASI di NICU
- (Dok. Keriton).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Memberi makan bayi baru lahir adalah tantangan tersendiri, tetapi bagi bayi yang harus dirawat di unit perawatan intensif neonatal (NICU), proses ini menjadi jauh lebih kompleks. Terutama bagi bayi prematur dengan berat lahir rendah, ASI sangat bermanfaat, namun juga sulit diberikan.

Dilansir dari Technical.ly, salah satu kendala utama adalah keterbatasan kontak fisik antara ibu dan bayi, yang dapat berlangsung selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Selain itu, setiap bayi di NICU memiliki pesanan makan yang sangat spesifik, termasuk campuran ASI dengan obat-obatan tertentu. Kesalahan dalam pemberian susu, meskipun jarang terjadi, bisa berakibat fatal.

Sebelumnya, para perawat mengandalkan spreadsheet manual dan kalkulator untuk menghitung takaran ASI yang dibutuhkan, yang meningkatkan risiko kesalahan. Namun, semua itu berubah sejak munculnya Keriton, aplikasi inovatif yang dirancang untuk mengelola pemberian ASI di NICU dengan lebih aman dan efisien.

Pada tahun 2016, Laura Carpenter, seorang konsultan laktasi di University of Pennsylvania, menyadari perlunya sistem yang lebih baik untuk menangani pemberian ASI di NICU. Namun, ia bukan seorang teknolog. Ia pun membawa tantangan ini ke sebuah hackathon di Penn Center for Innovation.

iklan gulaku

Di sana, ide ini menarik perhatian Vidur Bhatnagar, seorang peserta yang memiliki pengalaman pribadi dengan NICU sebagai pasien. Dari sinilah Keriton lahir, sebuah platform berbasis aplikasi yang kini telah digunakan di puluhan rumah sakit di seluruh Amerika Serikat.

Dua Komponen Utama: Perawat dan Orang Tua

Keriton memiliki dua fitur utama:

  1. Sistem untuk Perawat NICU

  2. Sistem untuk Orang Tua

    • Keriton menyediakan komunikasi yang aman dan sesuai standar HIPAA antara perawat NICU dan orang tua.

    • Aplikasi ini memungkinkan orang tua melacak stok ASI yang mereka pompa di rumah, sehingga rumah sakit tahu kapan perlu mengambil pasokan tambahan.

    • Perawat juga dapat mengirim foto bayi secara real-time, membantu ibu dalam meningkatkan produksi ASI sekaligus memberikan ketenangan emosional bagi keluarga.

Salah satu aspek paling revolusioner dari Keriton adalah sistem barcode yang dirancang untuk mengurangi hingga menghilangkan kesalahan dalam pemberian makan. Sebelumnya, perawat NICU harus mengandalkan kalkulator untuk mencampurkan lebih dari 25 variabel yang mungkin ada dalam resep pemberian susu. Kini, dengan Keriton, semua perhitungan dilakukan secara otomatis.

Menurut CEO Keriton, Adam Dakin, teknologi ini telah mencegah lebih dari 60.000 kesalahan pemberian susu dari sekitar 2,5 juta pemberian makan yang dilakukan hingga saat ini.

Saat ini, 62 rumah sakit dan sistem kesehatan di AS telah mengadopsi Keriton, termasuk Jefferson Health di Philadelphia, New York Presbyterian, dan salah satu mitra terbarunya, Intermountain Healthcare, salah satu jaringan kesehatan terbesar di wilayah barat AS.

Dengan terus berkembangnya teknologi ini, diharapkan lebih banyak rumah sakit mengadopsi Keriton, sehingga pemberian ASI bagi bayi prematur di NICU menjadi lebih aman, efisien, dan mendukung kesejahteraan keluarga.

  • Tag:
  • Techno
  • Edukasi
  • aplikasi

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi