Usai Menonaktifkan Kepala Sekolah yang Menampar Murid, Gubernur Banten Tuai Kritikan Warga!

Usai Menonaktifkan Kepala Sekolah yang Menampar Murid, Gubernur Banten Tuai Kritikan Warga!
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Dini Fitria mendadak ramai dibicarakan setelah aksinya menampar seorang siswa viral di media sosial.

Dini yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, mengaku menegur seorang murid karena ketahuan merokok di area sekolah.

Insiden ini terjadi saat kegiatan Jumat Bersih di sekolah, 10 Oktober 2025 lalu. Saat itu, Dini melihat asap rokok di tangan siswa berinisial ILP. Saat ditegur, siswa tersebut membantah telah merokok. Hal inilah yang bikin Dini kesal dan akhirnya menepuk bagian punggung siswa tersebut sebagai bentuk teguran.

Tindakan ini membuat orang tua ILP nggak terima. Sang ibu kemudian melaporkan Dini ke polisi atas dugaan kekerasan fisik terhadap anaknya. Kasusnya langsung ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lebak dan kini masih dalam tahap penyelidikan.

Setelah kejadian itu mencuat, suasana di SMAN 1 Cimarga makin memanas. Sebanyak 630 siswa kompak melakukan aksi mogok sekolah selama dua hari. Mereka memilih untuk nggak datang ke kelas sebagai bentuk solidaritas terhadap temannya. Tapi para guru tetap masuk dan sempat melanjutkan pembelajaran secara online.

Kondisi ini akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Banten. Pada 14 Oktober 2025, Dini Fitria resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai kepala sekolah. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala KCD Pendidikan Lebak, Gugun Nugraha. Menurutnya, penonaktifan dilakukan karena ada ucapan yang dianggap tidak pantas dan perlu ditelusuri lebih lanjut.

Menariknya, keputusan ini langsung bikin warganet ramai-ramai menyerbu akun media sosial Gubernur Banten, Andra Soni. Banyak yang menyayangkan pencopotan Dini, apalagi menurut mereka, siswa yang merokok di lingkungan sekolah jelas melanggar aturan.

Netizen juga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kondisi pendidikan secara umum di Banten. Komentar bermunculan soal bagaimana kasus ini justru menyoroti minimnya dukungan terhadap guru yang sedang menegakkan disiplin.

Meski sempat memanas, kondisi di SMAN 1 Cimarga kini mulai kondusif. Wakil Kepala Sekolah Emi Sumiati menyampaikan bahwa semua siswa sudah kembali masuk sekolah sejak Rabu, 15 Oktober 2025. Ia juga memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan normal seperti biasa.

Saat ini, SMAN 1 Cimarga sudah memiliki kepala sekolah pengganti sementara, dan proses belajar pun dilanjutkan sesuai jadwal. Pihak sekolah berharap situasi ini bisa jadi pelajaran bersama dan menjadi awal yang lebih baik untuk membangun komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE