Santorini Diguncang Ratusan Gempa, Adakah Dampak untuk Para Wisatawan?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Santorini, pulau vulkanik di Yunani yang terkenal dengan pemandangan indahnya, sedang diguncang oleh ratusan gempa dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat pemerintah setempat mengambil langkah cepat dengan menutup sekolah di empat pulau, mengirim tim penyelamat lengkap dengan anjing pelacak dan drone, serta mengimbau warga dan wisatawan untuk menghindari tempat-tempat berisiko tinggi seperti tebing curam dan bangunan tua.
Dilansir dari Euro News, lebih dari 200 gempa bawah laut tercatat di sekitar Santorini selama tiga hari terakhir, dengan beberapa di antaranya berkekuatan lebih dari 5 magnitudo. Akibatnya, ribuan orang termasuk penduduk lokal, pekerja musiman, dan turis lebih memilih meninggalkan pulau dengan kapal feri dan penerbangan tambahan yang disediakan maskapai.
"Saya belum pernah merasakan gempa sesering ini, hampir setiap 10 atau 20 menit sekali," ujar Michalis Gerontakis, warga Santorini sekaligus Direktur Orkestra Filharmoni Santorini.
Meskipun para ahli menyebut bahwa gempa ini tidak berhubungan langsung dengan aktivitas vulkanik Santorini, mereka tetap mengakui bahwa pola gempa yang terus berulang ini cukup mengkhawatirkan.
Selain menutup sekolah di Santorini, Amorgos, Anafi, dan Ios, pemerintah juga mengeluarkan imbauan khusus bagi hotel-hotel di pulau tersebut. Mereka diminta untuk menguras air di kolam renang guna mengurangi risiko kerusakan bangunan jika terjadi gempa besar.
Sementara itu, pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) memperbarui peringatan perjalanan bagi wisatawan yang hendak ke Santorini dan sekitarnya. Mereka mengimbau turis untuk menghindari pelabuhan Amoudi, Armeni, Korfos, dan Old Port (Paleos Limenas) di sekitar Fira serta memilih jalur aman saat beraktivitas.
"Jika terjadi gempa besar, segera menjauhi area pantai dan ikuti arahan dari otoritas setempat," bunyi peringatan resmi dari pemerintah Yunani.
Sebagai salah satu destinasi wisata favorit dunia, Santorini dikunjungi lebih dari tiga juta wisatawan setiap tahunnya. Pulau berbentuk bulan sabit ini dikenal dengan desa-desa putihnya yang bertengger di tebing curam, hasil letusan gunung berapi raksasa lebih dari 3.500 tahun lalu. Namun, kondisi geografisnya yang unik juga membuat beberapa daerah di pulau ini rawan longsor jika terjadi gempa kuat.
Seismolog ternama Yunani, Gerasimos Papadopoulos, mengingatkan bahwa peningkatan jumlah dan kekuatan gempa, serta pergeseran pusat gempa ke arah timur laut, bisa menjadi tanda bahwa gempa yang lebih besar mungkin terjadi.
"Semua kemungkinan masih terbuka," tulisnya dalam sebuah unggahan online.
Untuk mengantisipasi skenario terburuk, pemerintah setempat telah menetapkan titik-titik evakuasi di Fira. Namun, Walikota Santorini, Nikos Zorzos, menegaskan bahwa langkah ini hanya bersifat preventif.
"Bersiap bukan berarti sesuatu yang buruk akan terjadi. Kadang-kadang berita yang beredar terlalu dibesar-besarkan, jadi tetaplah tenang," ujarnya.
0 Comments





- Netflix Resmi Batalkan Serial 'The Recruit' Setelah Dua Season
- Arus Mudik di Jalur Pantura Indramayu Mulai Menurun, Puncaknya Terjadi pada H-3 Lebaran
- Harry Kane Merasa Diremehkan: "Mungkin Orang Sudah Bosan dengan Gol Saya"
- TikTok Kembali ke App Store AS Setelah Trump Tunda Larangan Hingga April
- Benarkah Kesepian Bisa Bikin Gemuk dan Tidak Sehat? Ini Penjelasannya!
- Teknologi AI Ciptakan Penangkal Bisa Ular yang Lebih Cepat, Murah, dan Efektif
- Snow White Live Action: Nostalgia, Perubahan Besar, dan Kontroversi
- Waspada Ransomware Medusa Mengintai! Begini Cara Melindungi Data Anda
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!