JAKARTA, GENVOICE.ID - Misi Artemis II yang dijalankan oleh NASA resmi berakhir sukses setelah kapsul Orion mendarat dengan aman di Samudra Pasifik, lepas pantai California, pada Jumat, 10 April 2026.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa. Artemis II merupakan penerbangan berawak pertama yang mengelilingi Bulan dalam lebih dari lima dekade sejak era misi Apollo. Seluruh astronaut dilaporkan dalam kondisi stabil usai menjalani perjalanan penuh tantangan selama sekitar 10 hari.
Misi ini dimulai dengan peluncuran dari Florida pada 1 April 2026. Dalam perjalanannya, para awak mencetak rekor sebagai manusia yang menempuh jarak terjauh dari Bumi, yakni lebih dari 406 ribu kilometer, melampaui capaian sebelumnya dalam sejarah eksplorasi antariksa.
Tak hanya mencetak rekor, misi ini juga menghasilkan berbagai data ilmiah penting. Para astronaut berhasil mendokumentasikan fenomena luar angkasa seperti gerhana Matahari serta aktivitas meteorit di sekitar Bulan, yang dinilai akan memberi kontribusi besar bagi penelitian di masa depan.
Fase paling krusial terjadi saat kapsul Orion kembali ke Bumi. Dengan kecepatan lebih dari 30 kali kecepatan suara dan suhu ekstrem saat memasuki atmosfer, sistem pelindung panas diuji secara maksimal. Momen ini sebelumnya menjadi perhatian dalam misi tanpa awak, namun kali ini berhasil dilalui dengan baik.
Meski sempat mengalami gangguan komunikasi singkat, proses pendaratan berlangsung mulus dan dinilai sebagai salah satu re-entry paling sukses dalam sejarah modern.
Keberhasilan Artemis II semakin memperkuat langkah NASA dalam program Artemis. Ke depan, mereka menargetkan misi yang lebih ambisius, termasuk pendaratan manusia di Bulan pada 2028 serta pembangunan basis permanen sebagai bagian dari eksplorasi luar angkasa jangka panjang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!