Kemenperin Minta Aparat Jamin Investasi Aman dari Gangguan Ormas

R
Rivaldi Dani Rahmadi
Penulis
News
Kemenperin Minta Aparat Jamin Investasi Aman dari Gangguan Ormas
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Isu keberadaan organisasi masyarakat (ormas) yang menghambat investasi lagi-lagi jadi sorotan. Banyak investor mengeluh soal pungli, pemerasan, sampai intimidasi dari kelompok tertentu yang bikin proyek bisnis mereka terganggu, bahkan batal.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arif juga sependapat dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani yang bilang kalau perlu ada obrolan lebih lanjut dengan ormas di sekitar kawasan industri. Ia mengungkapkan bahwa Kemenperin sering dapat laporan soal ormas yang diduga menghambat investasi di sektor manufaktur.

"Kemenperin sudah mengupayakan beberapa industri strategis masuk dalam kategori obyek vital yang mendapatkan pengamanan dari kepolisian," ujar Febri, Senin (10/2).

Menurutnya, kepastian hukum itu penting banget. Kalau enggak, biaya investasi bisa membengkak gara-gara pungli di proses pembangunan pabrik.

iklan gulaku

"Karena pungli di dalam pembangunan pabrik baru itu bisa meningkatkan biaya investasi lebih tinggi," tegasnya.

Sebelumnya, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyebut kalau premanisme ormas bikin investasi ratusan triliun rupiah batal masuk ke kawasan industri.

"Kalau dihitung semuanya, ngitungnya bukan cuma yang keluar, tapi yang nggak jadi masuk juga. Itu bisa ratusan T (triliun rupiah)," ujar Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar, di Jakarta.

Sanny menjelaskan, ormas ini biasanya bikin onar di kawasan industri dengan demo dan tuntutan ikut terlibat dalam proyek atau operasional pabrik.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kasus yang menunjukkan keterlibatan ormas dalam investasi malah bikin situasi jadi enggak pasti. Dari demo, tekanan ke investor, sampai pungutan liar yang bikin dunia usaha terbebani. Kalau ini terus terjadi, bisa-bisa investor kabur dan pertumbuhan ekonomi jadi mandek.

Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin minta semua pihak jaga iklim investasi tetap kondusif, terutama di kawasan industri Bekasi dan Karawang.

"Kita jaga bersama, agar investor tetap berinvestasi di sini, kalau bisa bertambah terus. Jadi kita jaga iklimnya tetap kondusif," kata Bey di Bandung.

Terkait keluhan dari industri soal gangguan ormas, Bey menegaskan bakal ambil langkah tegas.

"Kalau sudah mengganggu ya gunakan hukum," tegasnya.

Menurutnya, kalau ormas terus-terusan bikin ulah di kawasan industri, dampaknya bakal bikin investor ragu masuk ke Jabar.

"Jadi mengganggu, mereka (investor) khawatir itu ganggu investasi," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani bilang kalau perlu ada obrolan lebih lanjut dengan ormas di sekitar kawasan industri.

"Kalau saya lihatnya perlu ada ini (diskusi) saja, community diskusi yang lebih baik. Kan yang penting dengan investasi ini masuk ini, kan kalau semua lancar, semuanya damai, dan itu kan juga menciptakan lapangan pekerja di situ," kata Rosan di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (12/2).

Rosan menegaskan kalau masuknya investasi ke suatu daerah otomatis bakal membuka lebih banyak kesempatan kerja.

  • Tag:
  • Kementerian Perindustrian (Kemenperin)
  • Organisasi Masyarakat (Ormas)
  • Investasi

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi