Roket SpaceX Meledak Usai Diluncurkan dari Texas, Picu Peringatan Bahaya Puing Antariksa
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah roket SpaceX meledak tak lama setelah diluncurkan dari Texas pada Kamis, menyebabkan penundaan penerbangan serta peringatan akan jatuhnya puing-puing dari luar angkasa.
Dilansir dari BBC International, SpaceX mengonfirmasi bahwa roket tanpa awak tersebut mengalami "disassembly tidak terjadwal yang sangat cepat" saat menuju luar angkasa, sebelum akhirnya kehilangan kontak dengan pusat kendali di darat.
Roket raksasa Starship, yang merupakan roket terbesar yang pernah dibuat, mulai berputar di luar kendali sesaat setelah lepas landas. Meskipun tidak ada laporan cedera atau kerusakan, sejumlah gambar yang diambil dari wilayah Karibia menunjukkan puing-puing terbakar jatuh dari langit.
Peluncuran ini merupakan uji coba kedelapan bagi Starship dan menjadi kegagalan kedua berturut-turut bagi SpaceX.
Roket yang memiliki tinggi 123 meter (403 kaki) saat lepas landas ini awalnya dirancang untuk mengorbit Bumi dan kembali masuk ke atmosfer di atas Samudra Hindia setelah satu jam penerbangan.
Meski demikian, Super Heavy booster, komponen yang berfungsi membantu roket meninggalkan permukaan Bumi yang berhasil kembali ke landasan peluncuran tanpa kendala.
Menanggapi insiden tersebut, SpaceX menyatakan bahwa timnya langsung berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menjalankan "respons kontingensi yang telah direncanakan sebelumnya".
Perusahaan juga menyatakan akan menganalisis data untuk memahami penyebab utama ledakan. Mereka mengonfirmasi bahwa beberapa mesin roket mengalami kegagalan sebelum roket meledak di udara.
"Seperti biasa, kesuksesan datang dari pembelajaran, dan penerbangan hari ini akan memberikan pelajaran berharga untuk meningkatkan keandalan Starship di masa depan," demikian pernyataan resmi SpaceX.
Mereka juga memastikan bahwa puing-puing roket jatuh di area yang telah direncanakan sebelumnya dan tidak mengandung material beracun. Selain itu, perusahaan turut menyediakan kontak bagi masyarakat yang menemukan sisa-sisa roket tersebut.
Akibat insiden ini, beberapa bandara di Florida, termasuk Miami dan Orlando, sempat menghentikan penerbangan karena kekhawatiran akan jatuhnya puing-puing terbakar.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) mengonfirmasi bahwa penundaan penerbangan disebabkan oleh "insiden peluncuran luar angkasa."
Sementara itu, di wilayah Karibia, video yang beredar di media sosial X menunjukkan serpihan roket yang terbakar jatuh ke Laut Karibia. Warga di Bahama bahkan mengaku harus mencari perlindungan untuk menghindari kemungkinan terkena puing-puing tersebut.
Ledakan ini terjadi bahkan sebelum FAA menyelesaikan investigasi terhadap kegagalan peluncuran Starship pada Januari lalu.
Saat itu, roket SpaceX juga mengalami masalah serupa dan menyebabkan kerusakan properti di Kepulauan Turks dan Caicos di Karibia.
"Sayangnya, ini bukan pertama kalinya terjadi, jadi kami sudah cukup terbiasa menghadapinya," ujar komentator penerbangan SpaceX, Dan Huot, di lokasi peluncuran.
Pemerintah Turks dan Caicos telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka terus berkoordinasi dengan pihak AS dan SpaceX untuk memastikan keselamatan warganya.
Starship adalah roket terbesar dan terkuat yang pernah dibangun serta menjadi bagian penting dari visi ambisius Elon Musk untuk menjelajahi Mars.
SpaceX merancang Starship agar dapat digunakan kembali sepenuhnya, sebuah inovasi yang dapat memangkas biaya eksplorasi luar angkasa.
NASA juga menaruh harapan besar pada proyek ini. Badan antariksa AS tersebut berencana menggunakan versi modifikasi Starship sebagai pendarat manusia untuk misi Artemis, yang bertujuan mengembalikan manusia ke Bulan.
Di masa depan, Musk bercita-cita agar Starship dapat melakukan perjalanan panjang ke Mars dan kembali ke Bumi, sebuah perjalanan yang diperkirakan memakan waktu sekitar sembilan bulan sekali jalan.
Meski masih diwarnai kegagalan, langkah besar ini tetap menjadi bagian dari upaya SpaceX untuk merevolusi perjalanan luar angkasa.
0 Comments





- Meksiko Berduka Kehilangan Ikon Musik Legendaris Paquita la del Barrio
- Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar Pasca-Gempa Dahsyat
- Pasar Iklan AS Diprediksi Melambat pada 2025
- Dari Tangis Hingga Jadi Nominasi Oscar, Ariana Grande Ceritakan Perjalanan Emosionalnya di Wicked
- Deretan Konser Paling Dinantikan di 2025: Beyoncé, Billie Eilish, Kendrick Lamar, Coldplay, Sabrina Carpenter dan Banyak...
- Masjid di East Yorkshire Gelar Iftar dan Doa Harian Selama Ramadan
- Mitos dan Fakta Protein: Berapa Banyak yang Sebenarnya Dibutuhkan untuk Membentuk Otot?
- Julianne Moore Terkejut! Buku Anak-Anaknya Dilarang oleh Pemerintahan Trump
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!