Ibu dan Anak Diturunkan dari Pesawat Batik Air Malaysia Akibat Tolak Kenakan Sabuk Pengaman
Penerbangan Batik Air Malaysia dengan nomor OD-572 dari Hanoi, Vietnam menuju Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (5/1/2025), harus mengalami penundaan selama satu jam karena ada seorang Ibu dan anaknya yang diturunkan dari pesawat akibat tolak kenakan sabuk pengaman.
Insiden ini diunggah oleh akun sosial media bernama @fegiegie yang memperlihatkan kronologi dari kejadian ini.
Kejadian ini bermula ketika pramugari tengah menjalankan prosedur standar keselamatan. Saat memeriksa penumpang, pramugari mendapati seorang anak yang belum mengenakan sabuk pengaman. Dengan sopan, sang pramugari meminta ibunya untuk segera memakaikan sabuk pengaman kepada anak tersebut.
Namun, permintaan itu justru berujung pada penolakan dan perdebatan sengit.
Ketegangan meningkat ketika ibu dari anak tersebut tetap bersikukuh tidak mengikuti aturan keselamatan, meskipun dijelaskan bahwa sabuk pengaman adalah syarat wajib selama pesawat lepas landas. Situasi ini mengganggu jadwal penerbangan dan memaksa kru kabin melibatkan airport police.
Setelah mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan seluruh penumpang, pihak maskapai akhirnya mengambil keputusan tegas. Ibu dan anak tersebut diminta turun dari pesawat dengan pendampingan petugas keamanan bandara. Langkah ini dilakukan demi memastikan penerbangan dapat dilanjutkan tanpa gangguan lebih lanjut.
0 Comments





- Puluhan Sekolah di Inggris Terpaksa Tutup Akibat Cuaca Ekstrem
- Catat! Ini 5 Tips Mudah Menjalani Gaya Hidup Sehat untuk Jangka Panjang
- Menggali Pesona Athena di Musim Sejuk, Miliki Harmoni Tradisi Serta Modernitas
- Bikin Netizen Heboh! Seekor Buaya di Kalimantan Diduga Telah Belajar 'Menipu' untuk Memikat Mangsa Manusia
- 8 Tren Kuliner yang Diprediksi Akan Populer di Tahun 2025
- Gubernur Georgia Usulkan Dana Tambahan untuk Keamanan Sekolah, Dikecam karena Minimnya Dukungan Kesehatan Mental
- Black Box Jeju Air Diduga Berhenti Merekam 4 Menit Sebelum Kecelakaan
- Tren Ritual Malukat di Bali, Antara Spiritualitas dan Kekhawatiran Akan Komersialisasi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!