Ternyata Ini Alasan Prabowo Pecat Kepala BGN Dadan Hindayana

Ternyata Ini Alasan Prabowo Pecat Kepala BGN Dadan Hindayana
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus yang menyeret Dadan Hindayana dan dua mantan petinggi Badan Gizi Nasional makin terbuka satu per satu.

Yang awalnya hanya dugaan soal "main dapur" atau SPPG, sekarang melebar ke pola yang jauh lebih besar dan terstruktur. Kejaksaan Agung mengungkap bahwa mereka tidak bekerja sendiri-sendiri. Ada dugaan kerja sama yang rapi untuk mencari keuntungan dari program Makan Bergizi Gratis. Caranya bukan cuma satu, tapi lewat beberapa jalur sekaligus.

Salah satu yang paling disorot adalah soal SPPG. Program yang seharusnya dijalankan oleh yayasan independen justru diduga dikendalikan oleh pihak yang terafiliasi dengan para tersangka. Bahkan, proses verifikasi pun disebut sudah "diatur" supaya yayasan tertentu tetap lolos meski sebenarnya tidak memenuhi syarat.

Dari situ, aliran uang mulai terlihat. Yayasan-yayasan yang terafiliasi ini disebut bisa menerima dana hingga miliaran rupiah setiap hari. Angkanya besar, dan itu terjadi secara terus-menerus.

Tapi ceritanya tidak berhenti di situ. Ada lapisan lain yang bikin kasus ini makin mencengangkan, yaitu soal pengadaan barang.

Kejagung menemukan adanya dugaan markup atau penggelembungan harga dalam berbagai pembelian. Yang bikin heran, beberapa barang yang diadakan justru tidak relevan dengan kebutuhan program makan bergizi.

Contohnya cukup mencolok. Ada pengadaan puluhan ribu motor listrik dengan nilai sekitar Rp1 triliun, lalu puluhan ribu pasang sepatu, tablet, hingga televisi berukuran besar. Semua itu disebut tidak sesuai kebutuhan di lapangan, tapi tetap dimasukkan dalam anggaran dengan harga yang diduga sudah dinaikkan.

Dalam prosesnya, penyusunan rencana pengadaan juga diduga tidak berdasarkan kebutuhan nyata. Artinya, barang ditentukan dulu, baru dicari alasan, bukan sebaliknya. Dari situlah potensi kerugian negara muncul.

Kalau disusun jadi satu gambar besar, pola yang terlihat cukup jelas. Ada penguasaan di sisi hulu lewat pengendalian SPPG, lalu ada juga permainan di sisi pengadaan barang. Dua jalur ini berjalan beriringan dan sama-sama menghasilkan keuntungan.

Sekarang, Dadan dan dua mantan wakilnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Penyidik juga masih terus menelusuri aliran dana serta keterlibatan pihak lain yang mungkin belum terungkap.

Yang bikin banyak orang geleng kepala, program yang seharusnya fokus pada kebutuhan dasar seperti makanan bergizi justru terseret ke praktik yang jauh dari tujuan awalnya. Dari dapur sampai pengadaan barang, semuanya kini sedang dibongkar satu per satu.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE