Puing Rudal Iran Berserakan di Tiberias! Iron Dome Cegat Serangan Besar-besaran
JAKARTA, GENVOICE.ID - Serpihan rudal balistik tampak berserakan di Kota Tiberias, Israel utara, setelah sistem pertahanan udara Israel mencegat rentetan serangan yang diluncurkan Iran.
Rekaman yang beredar pada Minggu (1/3/2026) memperlihatkan puing logam berukuran besar tergeletak di dekat kendaraan yang hangus terbakar, meninggalkan jejak kerusakan di kawasan permukiman.
Serangan tersebut diumumkan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) sebagai operasi rudal dan drone berskala besar yang menargetkan Israel. Pernyataan itu disampaikan tidak lama setelah kabar wafatnya Ali Khamenei, yang oleh Teheran disebut sebagai momen yang menuntut respons tegas terhadap musuh-musuh Republik Islam.
Di langit Israel, sistem pertahanan udara Iron Dome kembali menjadi garda terdepan. Kilatan cahaya dari intersepsi rudal membelah malam, disusul dentuman keras saat proyektil dihancurkan di udara. Namun, seperti dalam banyak intersepsi sebelumnya, serpihan tetap jatuh ke daratan.
Di Tiberias, sejumlah potongan logam besar menghantam area terbuka dan pinggir jalan, bahkan memicu kebakaran pada kendaraan yang terparkir. Otoritas setempat segera menutup lokasi untuk kepentingan investigasi dan sterilisasi bahan berbahaya. Tim penjinak bom dan layanan darurat dikerahkan guna memastikan tidak ada sisa bahan peledak aktif di antara puing-puing tersebut.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat pecahan kaca dan kepanikan saat sirene peringatan berbunyi.
Tiberias, kota yang terletak di tepi Danau Galilea, relatif jarang menjadi sorotan dibanding Tel Aviv atau Yerusalem dalam eskalasi konflik regional. Karena itu, jatuhnya puing rudal di kota tersebut menunjukkan luasnya jangkauan serangan yang dilancarkan Iran.
Analis militer menilai penggunaan rudal balistik jarak menengah yang dipadukan dengan drone mencerminkan pola serangan berlapis, dirancang untuk menguji dan membebani sistem pertahanan Israel secara simultan. Pemerintah Israel menyatakan akan memberikan respons yang proporsional dan tegas, sementara juru bicara militer menegaskan sebagian besar proyektil berhasil dicegat sebelum mencapai target vital.
Di Teheran, IRGC menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari pembalasan strategis dan memperingatkan kemungkinan gelombang serangan lanjutan bila Israel melakukan balasan. Pernyataan ini memperkuat kekhawatiran komunitas internasional atas potensi eskalasi konflik terbuka antara dua kekuatan utama di Timur Tengah.
Ketegangan turut berdampak pada aktivitas sipil. Sirene peringatan terdengar di sejumlah kota di Israel utara, memaksa warga menuju tempat perlindungan. Aktivitas penerbangan sempat terganggu, sementara sekolah dan fasilitas umum di beberapa wilayah diliburkan sebagai langkah antisipasi.
Peristiwa di Tiberias menjadi gambaran nyata bagaimana konflik jarak jauh tetap meninggalkan jejak fisik di daratan. Puing rudal yang tergeletak di jalanan bukan sekadar serpihan logam, melainkan simbol dari konflik yang kian intens dan berisiko meluas. Dunia kini menanti, apakah eskalasi ini berhenti pada unjuk kekuatan, atau justru menyeret kawasan ke babak konfrontasi yang lebih dalam.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!