Wismar, Kota indah di Jerman yang Menginspirasi Film Horor

M
M Ihsan
Penulis
Lifestyle
Wismar, Kota indah di Jerman yang Menginspirasi Film Horor
- (Dok. TZ Wismar, Anibal Trejo).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Lebih dari satu abad setelah menjadi latar bagi film horor klasik Nosferatu (1922), kota Wismar di Jerman kembali menarik perhatian dunia. Kali ini, remake terbaru Nosferatu garapan Robert Eggers, yang dibintangi Lily-Rose Depp dan Bill Skarsgård, menghidupkan kembali kisah Count Orlok dan membawa Wismar ke sorotan global.

Dilansir dari BBC International, sebagai kota bersejarah yang terletak di pesisir Laut Baltik Jerman, Wismar telah lama menyimpan jejak gothic yang unik. Salah satu titik paling ikonik adalah gerbang Wassertor, yang dalam film Nosferatu menjadi tempat kedatangan kapal misterius Count Orlok. Tak hanya itu, di Marktplatz yang luas serta dekat Gereja Roh Kudus, terdapat tanda peringatan tempat sutradara FW Murnau merekam beberapa adegan paling menakutkan dalam sejarah sinema.

Film Nosferatu merupakan adaptasi bebas dari novel Dracula karya Bram Stoker dan menceritakan kisah Thomas Hutter, agen real estat yang melakukan perjalanan ke Transylvania dan bertemu dengan Count Orlok. Vampir tersebut terpikat oleh darah Hutter dan foto istrinya, Ellen. Ia lalu mengikuti Hutter kembali ke "Wisborg" (yang sebenarnya adalah Wismar) dan menyebarkan wabah serta kematian, hingga akhirnya Ellen mengorbankan dirinya untuk membinasakan makhluk mengerikan itu.

Keberhasilan film ini tidak datang tanpa kontroversi. Janda Bram Stoker menggugat perusahaan produksi Nosferatu karena pelanggaran hak cipta, dan pengadilan Jerman memerintahkan agar semua salinan film dimusnahkan. Namun, seperti Count Orlok yang sulit dibunuh, beberapa kopi film ini telah menyebar ke berbagai belahan dunia dan tetap bertahan hingga kini.

iklan gulaku

Remake terbaru Nosferatu karya Eggers, yang mendapatkan empat nominasi Oscar 2025, kembali membangkitkan minat terhadap film klasik ini. Meskipun film terbaru tersebut direkam di Barrandov Studios di Praha, Wismar tetap menjadi pusat perhatian para penggemar horor dan sinema klasik.

Kota ini sendiri telah lama merayakan warisan Nosferatu. Pada peringatan 100 tahun film ini di tahun 2022, Wismar menggelar berbagai acara, mulai dari pemutaran film, tur bertema kelelawar, hingga pertunjukan teater interaktif. Salah satu acara yang paling spektakuler adalah Nosferatour, produksi teater luar ruangan yang memungkinkan pengunjung mengikuti parade boneka kertas raksasa melalui jalan-jalan abad pertengahan kota ini. Tur ini dijadwalkan kembali pada 2026.

Menurut Sibylle Donath, kepala pariwisata Wismar, remake Nosferatu telah meningkatkan ketertarikan wisatawan terhadap kota ini.

"Kami mengharapkan lebih banyak turis dari luar negeri serta generasi muda yang berbicara bahasa Jerman. Kami siap, pemandu wisata berbahasa Inggris telah kami siapkan, begitu juga sektor pariwisata kami," ujarnya.

Saat ini, wisatawan dapat mengikuti tur bertema Nosferatu dengan pemandu berbahasa Inggris dari Maret hingga Oktober. Untuk pengalaman yang lebih mendalam, pengunjung bahkan bisa meminta pemandu berpakaian seperti karakter dalam film dan membawa peti mati sebagai properti. Selain itu, tersedia rute tur mandiri sepanjang dua kilometer yang membawa pengunjung melalui berbagai lokasi syuting Nosferatu, mulai dari Marktplatz hingga pelabuhan tempat kapal Orlok tiba.

Namun, Wismar tidak hanya tentang Nosferatu. Sebagai anggota Liga Hanseatic, jaringan perdagangan maritim abad pertengahan di Eropa Tengah dan Utara, kota ini memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan laut. Saat ini, Wismar masih menjadi salah satu pusat pembuatan kapal terbesar di Jerman. Kota ini juga pernah berada di bawah kekuasaan Swedia dari tahun 1648 hingga 1803, sebuah warisan yang masih terlihat dalam arsitektur Baroknya serta perayaan tahunan Festival Swedia pada bulan Agustus.

Setelah menyusuri jejak Count Orlok, pengunjung dapat merasakan sejarah maritim Wismar dengan menaiki Wissemara, replika kapal dagang abad ke-14 yang kini berfungsi sebagai museum terapung. Kapal ini menawarkan berbagai perjalanan edukatif, termasuk pelayaran tiga jam mengelilingi Teluk Wismar hingga perjalanan ke Pulau Lieps untuk melihat anjing laut.

Saat senja mulai menyelimuti Wismar, kilauan air di pelabuhan dan bangunan merah bata yang berubah warna keemasan seolah membawa kita kembali ke adegan terakhir Nosferatu. Kapal Orlok melayang di dermaga, tikus pembawa wabah berkeliaran, dan sang vampir sendiri mengangkat peti matinya menuju rumah Thomas Hutter.

Seperti yang dikatakan Donath, "Kami ingin berbagi kota kami dengan lebih banyak orang di dunia."

Berkat kebangkitan Nosferatu, tampaknya keinginan itu akan segera terwujud.

  • Tag:
  • Travel
  • Jerman

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today