Daya Tarik Motor Kustom dan Nostalgia di Salon 'du 2 Roues Lyon'

M
M Ihsan
Penulis
Automotive
Daya Tarik Motor Kustom dan Nostalgia di Salon 'du 2 Roues Lyon'
- (Dok. Joseph Allen/Euronews).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia roda dua semakin menggoda banyak orang, baik sebagai sarana transportasi maupun untuk sekadar bersenang-senang.

Dilansir dari EuroNews, 'Salon du 2 Roues' di Prancis kini menjadi pameran dagang motor terbesar kedua di Eropa, dan Euronews Culture berkesempatan menjelajahi koleksi 'kustom' yang menjadi daya tarik utama acara ini.

Kota Lyon kini menjadi tuan rumah tetap bagi 'Salon du 2 Roues', yang menarik ribuan penggemar kendaraan roda dua dari seluruh dunia. Acara ini menjadi ajang bagi lebih dari 800 eksibitor dari Eropa dan sekitarnya untuk memamerkan produk terbaru, mesin klasik yang langka, hingga inovasi terkini dalam dunia otomotif.

Selain pameran produk, acara ini juga menawarkan pengalaman imersif dengan berbagai tampilan tematik, menampilkan sepeda motor unik, model langka, serta kisah para pengendara dari berbagai generasi.

iklan gulaku

Salah satu area yang paling menarik perhatian pengunjung adalah Lyon Kustom Factory, yang menampilkan berbagai jenis motor seperti chopper, bobber, café racer, dan model klasik lainnya yang telah dirombak dan diciptakan ulang dengan penuh dedikasi oleh kolektor dan pengrajin motor kustom.

Stéphane Grand, seorang juara Eropa dalam dunia modifikasi motor, telah menjadikan keahliannya dalam membangun ulang mesin vintage sebagai profesi utama.

"Pembeli motor kustom berasal dari berbagai latar belakang, tergantung pada jenis motor dan jumlah jam kerja yang saya habiskan untuk mengubahnya," ungkap Grand.

"Ada motor yang saya kerjakan hingga 3.000 jam, dan pada titik itu, motor tersebut dianggap sebagai karya seni, seperti lukisan. Meskipun tetap bisa dikendarai, motor-motor ini lebih sering dipajang dalam pameran atau digunakan untuk iklan," tambahnya.

Tak hanya tentang inovasi dan kustomisasi, Salon du 2 Roues juga menjadi tempat untuk melestarikan sejarah. Salah satu grup yang hadir adalah Works Trials Bikes Owners Group dari Prancis, yang berupaya menjaga dan menghormati warisan motor legendaris.

Dalam kehadiran kedua mereka di acara ini, mereka memilih untuk mendedikasikan pameran mereka kepada Sammy Miller, juara balap trial dan road race asal Inggris. Jean Caillou dari Works Trials Bikes Owners Group menjelaskan bahwa tujuan mereka adalah memberikan wawasan eksklusif kepada publik dan sejarawan mengenai tokoh-tokoh luar biasa serta kendaraan ikonis mereka.

"Kami memiliki prototipe Honda dengan rangka yang dirancang oleh Sammy Miller sendiri, serta Bultaco dengan suku cadang asli dari katalognya. Saya juga mengenakan setelan balap Sammy Miller yang terkenal di dunia trial. Selain itu, motor Ariel yang kami pamerkan sangat legendaris karena berhasil memenangkan berbagai ajang bergengsi seperti Scottish Six Days dan kejuaraan Inggris," ujar Caillou.

Salah satu berita besar dalam pameran ini adalah kembalinya merek legendaris asal Inggris, BSA, yang kini dimiliki oleh perusahaan Prancis. Setelah absen selama lebih dari 50 tahun, BSA kini berupaya merebut kembali pasar dengan model klasik yang tetap mempertahankan ciri khasnya.

Meskipun masih menjadi favorit bagi para penggemar nostalgia, BSA kini juga menarik minat generasi muda. Emmanuel Charveron, kepala BSA Eropa, mengungkapkan bahwa anak muda kini mencari pengalaman baru dengan motor berkapasitas lebih besar.

"Mobilitas memang berubah, tapi orang masih ingin bersenang-senang dengan kendaraan roda dua," kata Charveron.

Bagi banyak pengendara, sensasi kecepatan, pemandangan, dan suara motor menjadi sesuatu yang adiktif. Inilah yang dirasakan oleh Charlotte Séjourné, pendiri Wildust Sisters, sebuah merek pakaian dan gaya hidup motor yang berbasis di Bordeaux.

Séjourné memulai bisnisnya setelah mendapatkan lisensi mengemudi motor dan menyadari kurangnya pilihan pakaian yang sesuai untuk perempuan. Tujuan utama Wildust Sisters bukan sekadar menjual produk, tetapi juga menginspirasi lebih banyak perempuan untuk terjun ke dunia motor.

"Lewat merek ini, kami ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa mengambil peran aktif dalam dunia motor," ujar Séjourné.

  • Tag:
  • Automotive
  • Motor
  • Motor Retro

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi