Trump Klaim Maduro Ditangkap Usai AS Gempur Venezuela, Ledakan Guncang Caracas Dini Hari
JAKARTA, GENVOICE.ID - Amerika Serikat resmi mengonfirmasi serangan militer ke Venezuela.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi berskala besar telah dilakukan terhadap sejumlah target strategis di negara Amerika Selatan tersebut dan berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Pernyataan itu disampaikan langsung Trump melalui unggahan di platform Truth Social. Dalam tulisannya, Trump mengklaim bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat dan diterbangkan keluar dari Venezuela.
"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang bersama istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara tersebut. Operasi ini dilakukan bersama penegak hukum AS. Detail akan menyusul," tulis Trump. Ia juga mengumumkan akan menggelar konferensi pers di Mar-a-Lago pada pukul 11 pagi waktu setempat.
Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Sabtu dini hari waktu Venezuela. Sejumlah media dan saksi mata melaporkan ledakan keras mengguncang Caracas sejak sekitar pukul 01.50 waktu setempat. Suara pesawat tempur dan helikopter militer terdengar melintas di langit ibu kota, sementara beberapa wilayah dilaporkan mengalami pemadaman listrik, terutama di area selatan Caracas yang berdekatan dengan pangkalan militer utama.
CNN melaporkan tim mereka menyaksikan langsung beberapa ledakan di Caracas. Media lokal Efecto Cocuyo dan Tal Cual Digital juga melaporkan ledakan di negara bagian La Guaira, wilayah pesisir utara dekat ibu kota, serta di Higuerote, negara bagian Miranda. Sejumlah laporan belum terkonfirmasi menyebutkan bahwa serangan turut menyasar pangkalan udara, pangkalan angkatan laut di negara bagian Vargas, hingga fasilitas kilang minyak di sekitar Caracas.
Pemerintah Venezuela langsung mengeluarkan pernyataan keras dengan menuding Amerika Serikat melakukan "agresi militer". Otoritas Caracas menyebut tujuan serangan tersebut adalah untuk menguasai sumber daya strategis Venezuela, terutama minyak dan mineral.
"Amerika Serikat tidak akan berhasil," demikian pernyataan pemerintah Venezuela yang juga menyerukan mobilisasi nasional dan keterlibatan seluruh kekuatan sosial serta politik untuk menghadapi situasi darurat.
Situasi ini turut memicu reaksi internasional. Presiden Kolombia Gustavo Petro menulis di media sosial X bahwa Caracas sedang dibombardir rudal. Ia menyebut serangan tersebut sebagai ancaman serius bagi stabilitas kawasan dan mendesak digelarnya pertemuan darurat Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sementara itu, CBS melaporkan bahwa pejabat administrasi Trump telah mengetahui laporan ledakan dan aktivitas militer udara di atas Caracas sejak dini hari. Hingga kini, belum ada konfirmasi independen terkait klaim penangkapan Nicolas Maduro, sementara ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin terus meningkat tajam.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!