Piala Dunia 2026, Van der Vaart Semprot Frenkie de Jong Usai Belanda Disingkirkan Maroko
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perjalanan Timnas Belanda di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Oranje gagal melaju ke babak 16 besar setelah kalah dramatis dari Maroko lewat adu penalti pada babak 32 besar. Kekalahan ini langsung memicu berbagai reaksi, termasuk kritik tajam dari legenda Belanda, Rafael van der Vaart.
Menurut Van der Vaart, kegagalan Belanda bukan semata karena kurang beruntung saat adu penalti. Ia menilai ada masalah besar yang sudah terlihat sejak pertandingan berlangsung, terutama di sektor lini tengah. Bahkan, mantan pemain Real Madrid itu secara terang-terangan menunjuk Frenkie de Jong sebagai pemain yang paling bertanggung jawab atas performa buruk tim.
Kekalahan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Belanda yang sebelumnya difavoritkan melangkah lebih jauh. Namun di mata Van der Vaart, Maroko memang pantas keluar sebagai pemenang karena tampil jauh lebih solid sepanjang pertandingan.
Van der Vaart Nilai Maroko Lebih Layak Lolos
Laga antara Belanda dan Maroko berlangsung sengit selama 120 menit. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga akhirnya pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak tos-tosan, Maroko tampil lebih tenang dan sukses menang dengan skor 3-2. Hasil tersebut mengakhiri perjalanan Oranje di Piala Dunia 2026 sekaligus mengantar Singa Atlas melangkah ke babak 16 besar.
Van der Vaart mengaku tidak terkejut dengan hasil tersebut. Menurutnya, Maroko tampil lebih dominan, terutama dalam perebutan bola di lini tengah.
"Lini tengah selalu menjadi tempat di mana sebuah pertandingan ditentukan," ujar Van der Vaart kepada NOS.
"Maroko benar-benar mendominasi. Ayyoub Bouaddi, Azzedine Ounahi, dan Neil El Aynaoui tampil luar biasa."
Ia menilai trio gelandang Maroko mampu mengontrol tempo pertandingan sekaligus membuat para pemain Belanda kesulitan mengembangkan permainan.
Frenkie de Jong Jadi Sasaran Kritik
Di sisi lain, Van der Vaart justru menilai lini tengah Belanda tampil jauh di bawah ekspektasi. Sorotan paling tajam ia arahkan kepada Frenkie de Jong yang dianggap gagal menunjukkan kualitasnya sebagai motor permainan tim.
Menurutnya, gelandang Barcelona tersebut menjalani salah satu pertandingan terburuk sepanjang kariernya bersama Timnas Belanda.
"De Jong memainkan pertandingan terburuk yang pernah saya lihat darinya. Penampilannya benar-benar mengecewakan."
Tak hanya mengkritik performa individu De Jong, Van der Vaart juga mempertanyakan keputusan Ronald Koeman dalam menyusun strategi.
Ia merasa Belanda terlalu kalah jumlah di lini tengah saat menghadapi area terkuat milik Maroko.
"Apakah itu karena sistem permainan? Menurut saya, lini tengah Maroko adalah bagian terkuat dari tim mereka. Sementara Belanda justru menghadapi mereka hanya dengan dua pemain di sektor tersebut. Saya memang bukan pelatih, tetapi menurut saya keputusan itu sedikit aneh," tutupnya.
Dengan hasil tersebut, Belanda harus mengubur mimpi melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026. Sementara itu, Maroko berhasil melanjutkan kejutan mereka dan dijadwalkan menghadapi Kanada pada babak 16 besar demi memperebutkan tiket ke perempat final.
0 Comments
- Polisi Klarifikasi! Begini Kronologi Sebenarnya Insiden Patwal dan Pemotor di Puncak
- Tips Puasa Penderita Maag Dan GERD, Strategi Ampuh Agar Asam Lambung Nggak Kambuh Dan Ibadah Ramadan Tetap Nyaman Sehari...
- Heboh! Anak Ngamuk di Pariaman, Tabrak Ayah Pakai Mobil Sampai Tewas, Warga Sampai Turun Tangan!

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!