Hasil Belanda vs Maroko, Oranje Tersingkir Dramatis usai Kebobolan di Menit Akhir
JAKARTA, GENVOICE.ID - Belanda harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan cara yang sangat menyakitkan. Saat kemenangan sudah berada di depan mata dan tiket ke babak 16 besar hampir digenggam, Oranje justru kehilangan semuanya hanya dalam hitungan menit.
Skuad asuhan Ronald Koeman sebenarnya sempat unggul lebih dulu dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga masa injury time. Namun, sebuah gol sundulan di detik-detik akhir membuat pertandingan berubah total. Maroko memaksa laga berlanjut ke babak tambahan sebelum akhirnya memastikan kemenangan lewat drama adu penalti.
Atlas Lions sukses menang 3-2 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Hasil tersebut mengantarkan Maroko melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Kanada, sementara Belanda harus pulang dengan rasa kecewa yang begitu besar.
Kapten Belanda, Virgil van Dijk, mengaku hasil tersebut sangat sulit diterima. Meski demikian, ia menilai timnya sebenarnya sudah menjalankan rencana pertandingan dengan baik sebelum kehilangan fokus di momen yang paling menentukan.
Gol Cody Gakpo Sempat Bawa Belanda di Atas Angin
Sejak awal pertandingan, Maroko tampil cukup agresif dan beberapa kali mengancam gawang Belanda. Beruntung bagi Oranje, Bart Verbruggen tampil solid di bawah mistar dengan sejumlah penyelamatan penting yang membuat skor tetap imbang sepanjang babak pertama.
Perubahan mulai terlihat setelah Ronald Koeman memasukkan Wout Weghorst. Kehadiran penyerang jangkung itu memberi dimensi baru dalam serangan Belanda dan membuat pertahanan Maroko mulai kesulitan.
Hasilnya datang pada menit ke-72. Serangan yang dibangun lewat aksi Crysencio Summerville berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Cody Gakpo melalui sentuhan pertama yang membawa Belanda unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi momen yang sangat emosional bagi Gakpo. Beberapa hari sebelumnya, ia bersama pasangannya baru saja mengalami kehilangan calon buah hati yang masih berada dalam kandungan. Selepas mencetak gol, rekan-rekan setim langsung memeluknya dalam selebrasi yang penuh haru.
Maroko Bangkit di Menit-Menit Penentuan
Saat sudah unggul, Belanda terlihat mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Virgil van Dijk memimpin lini belakang dengan tenang, sementara Maroko terus berusaha mencari celah untuk menyamakan kedudukan.
Semakin waktu berjalan, kemenangan Belanda terasa semakin dekat. Namun, sepak bola kembali menunjukkan bahwa segalanya bisa berubah dalam sekejap.
Memasuki masa injury time, Chemsdine Talbi mengirimkan umpan matang dari sisi kiri. Issa Diop kemudian berhasil memenangkan duel udara melawan Van Dijk sebelum menanduk bola masuk ke gawang Belanda.
Gol tersebut membuat stadion bergemuruh. Skor berubah menjadi 1-1 dan Maroko kembali mendapatkan harapan yang sebelumnya nyaris hilang.
Adu Penalti Jadi Akhir Perjalanan Oranje
Tidak ada tambahan gol yang tercipta sepanjang babak perpanjangan waktu meski kedua tim sama-sama memperoleh peluang. Akhirnya, pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.
Dalam momen penuh tekanan tersebut, kiper Maroko Yassine Bounou tampil sebagai pahlawan. Ia sukses menggagalkan tendangan Crysencio Summerville, sementara Quinten Timber juga gagal menjalankan tugasnya dari titik putih.
Ismael Saibari kemudian menjadi eksekutor penentu yang memastikan kemenangan Maroko. Tendangannya membawa Atlas Lions lolos ke babak berikutnya sekaligus mengakhiri perjuangan Belanda di Piala Dunia 2026.
Usai pertandingan, Virgil van Dijk menegaskan bahwa timnya sebenarnya sudah bermain sesuai rencana sebelum kehilangan kendali di akhir laga.
"Rencana permainan berjalan baik. Pada akhirnya, di masa stoppage time, kami terus ditekan. Pertandingan lalu berlanjut ke adu penalti dan kemudian... sayangnya kami tersingkir," kata Van Dijk.
Kapten Liverpool itu mengakui selalu ada hal yang bisa dievaluasi. Namun menurutnya, pembahasan tersebut belum mampu mengurangi rasa kecewa karena Belanda harus tersingkir ketika kemenangan sudah begitu dekat.
"Pasti selalu ada hal yang bisa lebih baik, tetapi itu tidak membantu kami sekarang," ujar Van Dijk.
Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling menyakitkan bagi Belanda di Piala Dunia 2026. Setelah sempat berada di ambang kelolosan, Oranje justru harus mengakhiri turnamen akibat satu momen yang mengubah segalanya dalam hitungan detik.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!