Tips Puasa Penderita Maag Dan GERD, Strategi Ampuh Agar Asam Lambung Nggak Kambuh Dan Ibadah Ramadan Tetap Nyaman Seharian

Tips Puasa Penderita Maag Dan GERD, Strategi Ampuh Agar Asam Lambung Nggak Kambuh Dan Ibadah Ramadan Tetap Nyaman Seharian
- (Dok. Freepik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Bulan suci Ramadan tahun 2026 ini pastinya menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu untuk beribadah secara maksimal. Namun, jujur saja bagi sebagian orang, ada rasa was-was yang menghantui, terutama bagi mereka yang punya riwayat penyakit lambung seperti maag atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Bayangan perut yang kosong selama belasan jam sering kali memicu kekhawatiran akan munculnya sensasi terbakar di dada, mual, hingga nyeri ulu hati yang bisa merusak kekhusyukan ibadah. Perubahan pola makan yang drastis dari hari biasa ke bulan puasa memang menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pencernaan kita.

Banyak yang merasa harus melakukan diet ketat atau bahkan takut untuk berpuasa karena trauma dengan gejalanya yang menyiksa. Padahal, jika kita tahu trik medisnya, puasa justru bisa menjadi momen detoksifikasi yang baik bagi lambung. Kuncinya bukan terletak pada membatasi semua jenis makanan secara ekstrem, melainkan pada pemahaman kita terhadap tubuh sendiri dan bagaimana kita mengatur ritme makan saat sahur maupun berbuka.

Jangan sampai niat baik untuk meraih keberkahan malah terhambat karena kita salah strategi dalam mengelola kesehatan perut. Buat kalian yang ingin tetap tangguh menjalani puasa tanpa gangguan asam lambung, ada bocoran tips dari ahlinya yang sangat praktis untuk diikuti tanpa perlu merasa tersiksa, nih Gen.

Kabar baik datang dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam Universitas Indonesia, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, Sp.PD. Lewat penjelasan di kanal YouTube pribadinya, beliau memberikan sudut pandang yang lebih santai namun tetap medis. Menurut dr. Andi, penderita asam lambung sebenarnya punya kebebasan dalam memilih menu makanan, asalkan mereka paham batasan diri masing-masing.

Pahami Pemicu Pribadi Dan Pilih Menu Yang Cocok

Satu hal yang ditekankan oleh dr. Andi adalah fakta bahwa kondisi setiap pasien itu unik. Tidak ada aturan baku yang melarang satu jenis makanan untuk semua orang, karena apa yang bikin lambung orang lain perih, belum tentu berdampak sama pada kamu. Beliau menjelaskan:

"Terkait makanan, hampir semua boleh kecuali yang memang pasiennya sudah tidak cocok sedari awal, misalnya ada riwayatnya," ujar dr. Andi.

Jadi, kuncinya adalah kamu harus jadi detektif buat diri sendiri. Coba ingat-ingat lagi makanan apa yang biasanya bikin perut kamu nggak enak. Umumnya, makanan yang perlu diwaspadai adalah hidangan yang mengandung santan kental, makanan yang level pedasnya selangit, atau buah-buahan dan masakan yang sifatnya terlalu asam. Kalau kamu sudah tahu makanan tersebut adalah musuh bagi lambungmu, sebaiknya hindari dulu demi kelancaran puasa.

Atur Ritme Makan Dan Jangan Langsung Rebahan

Selain soal jenis makanan, dr. Andi juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu makan yang benar selama Ramadan. Pas waktu buka puasa tiba, tolong jangan langsung "balas dendam" dengan makan porsi besar sekaligus. Lambung yang sudah istirahat lama butuh pemanasan dulu. Mulailah dengan takjil ringan seperti kurma dan segelas air putih, baru setelah itu lanjut ke makanan utama secara perlahan dan bertahap.

Satu kebiasaan buruk yang harus banget kamu stop adalah langsung tidur atau berbaring setelah makan sahur atau berbuka. Posisi rebahan tepat setelah makan adalah pemicu utama asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Pastikan kamu memberikan jeda minimal dua jam kalau memang sudah sangat mengantuk. Dengan disiplin menjaga pola makan dan mengenali pemicu pribadimu, kamu tetap bisa kok produktif beraktivitas dan meraih pahala penuh di bulan suci ini.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE