Sejarah Kalender Masehi, Ternyata Begini Awal Mula 1 Januari Jadi Tahun Baru Dunia!

Sejarah Kalender Masehi, Ternyata Begini Awal Mula 1 Januari Jadi Tahun Baru Dunia!
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Nggak berasa ya kita sudah di penghujung tahun dan sebentar lagi bakal ngerayain pergantian angka di kalender, Gen. Setiap kali tanggal menunjukkan 1 Januari, jutaan orang di seluruh planet bumi ini kompak merayakan Tahun Baru sebagai simbol lembaran baru dalam hidup. Tapi, pernah nggak sih kalian kepikiran kenapa harus bulan Januari yang jadi pembuka? Atau gimana ceritanya sistem penanggalan yang kita pakai sekarang bisa seragam di hampir seluruh negara? Ternyata, di balik angka-angka yang kita lihat di HP atau kalender dinding itu, ada perjalanan sejarah yang super panjang dan penuh drama selama ribuan tahun. Penemuan sistem waktu ini bukan cuma soal hitung-hitungan hari saja, tapi melibatkan campur tangan kaisar hebat, pemimpin agama, sampai para ilmuwan jenius masa lalu yang pengen menertibkan kekacauan waktu di dunia ini, Gen.

Sistem yang kita gunakan saat ini bukan muncul dalam semalam, melainkan hasil evolusi dari zaman Romawi Kuno yang terus disempurnakan. Kalau kita tarik garis ke belakang, sejarah ini melibatkan pergeseran waktu yang sempat bikin bingung orang-orang zaman dulu karena penanggalan mereka sering nggak pas sama posisi matahari. Menariknya, sistem waktu global yang sekarang jadi acuan administrasi, perdagangan, hingga jadwal kuliah kamu ini adalah warisan peradaban masa lalu yang tetap relevan sampai detik ini. Yuk, kita bedah gimana ceritanya dari zaman gladiator sampai jadi standar internasional yang kita pakai buat ngerayain Tahun Baru 2026 nanti malam, Gen!

Dari Reformasi Julius Caesar Hingga Paus Gregorius XIII

Semua ini bermula sekitar tahun 45 sebelum Masehi, Gen. Waktu itu, seorang pemimpin Romawi terkenal bernama Julius Caesar merasa kalau kalender yang ada sudah berantakan banget. Akhirnya, dia memperkenalkan sistem yang disebut Kalender Julian. Di sinilah aturan satu tahun terdiri dari 365 hari mulai ditetapkan, plus ada tambahan satu hari setiap empat tahun sekali yang kita kenal sebagai tahun kabisat. Meskipun sudah canggih di zamannya karena mengikuti peredaran matahari, Kalender Julian ternyata masih punya celah kecil. Ada selisih waktu sekitar 11 menit setiap tahunnya yang kalau dikumpulin selama ratusan tahun, tanggalnya jadi bergeser jauh dari musim yang seharusnya.

Masalah ini akhirnya diselesaikan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1582 lewat reformasi yang jauh lebih presisi, yang sekarang kita kenal sebagai Kalender Gregorian. Beliau menyempurnakan aturan tahun kabisat supaya jauh lebih akurat. Awalnya sistem ini cuma dipakai oleh negara-negara Katolik saja, tapi karena akurasinya yang jempolan, pelan-pelan seluruh dunia mulai ikutan pakai. Itulah kenapa kalender ini akhirnya jadi standar internasional buat segala urusan global sampai sekarang.

Asal-Usul Nama Masehi dan Penggunaan Global

Mungkin kalian penasaran, kenapa di Indonesia kita sebutnya "Masehi"? Istilah ini sebenarnya berhubungan erat sama konsep Anno Domini (AD) atau "Tahun Tuhan". Konsep ini pertama kali dicetuskan oleh sosok bernama Dionysius Exiguus pada abad ke-6 yang menghitung tahun berdasarkan kelahiran Yesus Kristus. Dalam bahasa Indonesia, kata "Masehi" sendiri diambil dari kata al-Masih yang merujuk pada sosok tersebut.

Meski sekarang Kalender Masehi atau Gregorian jadi acuan utama buat urusan kantor atau sekolah, banyak budaya yang tetap menjaga tradisi mereka dengan menggunakan kalender lain secara berdampingan, Gen. Contohnya kita masih sering dengar kalender Hijriah, Jawa, sampai Cina yang dipakai buat urusan keagamaan atau budaya. Jadi, perayaan Tahun Baru nanti malam sebenarnya adalah warisan sejarah lebih dari dua milenium yang menyatukan tradisi kuno, agama, dan sains menjadi satu sistem waktu yang kita pakai bareng-bareng hari ini.

Gimana menurut Gen, apakah kamu sudah siap menyambut tahun baru dengan semangat baru setelah tahu sejarah panjang di balik angka 2026 nanti?

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE