Niat Kirim Pesan ke Suami, Anggita Justru Terlempar Saat KRL Ditabrak KA di Bekasi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kisah dramatis dialami Anggita (36), salah satu korban selamat dalam tragedi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi, Jawa Barat.
Di tengah situasi yang mencekam, Anggita bahkan sempat terlempar akibat benturan keras saat kecelakaan terjadi.
Peristiwa tersebut diceritakan oleh sang adik, Aditya Subagja, saat mendampingi Anggita menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi. Ia mengungkapkan bahwa kakaknya berada di gerbong khusus wanita ketika insiden itu terjadi.
Sebelum kecelakaan, Anggita sebenarnya hendak mengabari suaminya karena kereta yang ditumpanginya mengalami keterlambatan. Namun, belum sempat pesan itu terkirim, tabrakan mendadak terjadi dan membuat situasi di dalam gerbong menjadi kacau.
Benturan keras menyebabkan para penumpang saling bertumpuk dan terpental. Anggita yang saat itu berada di dekat kursi prioritas dan pintu keluar sempat terhimpit di antara penumpang lain. Dalam kondisi tersebut, pintu kereta terbuka dan ia akhirnya terdorong keluar dari dalam gerbong.
Meski berhasil keluar, kondisi Anggita tidak sepenuhnya baik. Ia sempat mendapatkan perawatan di IGD pada malam kejadian, namun diperbolehkan pulang karena luka yang dialami terlihat tidak terlalu parah. Baru keesokan harinya, rasa sakit mulai terasa lebih intens hingga akhirnya ia kembali dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka lebam di beberapa bagian tubuh, seperti tangan kanan, kaki, dan punggung. Bahkan, ia kesulitan untuk bangun sendiri sehingga harus mendapatkan bantuan. Saat ini, Anggita dirujuk untuk menjalani penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis saraf.
Diketahui, kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak 16 orang, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka.
Kisah yang dialami Anggita menjadi gambaran nyata betapa mengerikannya insiden tersebut, sekaligus menunjukkan betapa tipisnya batas antara keselamatan dan bahaya dalam sebuah kecelakaan besar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!