Microsoft Kenalkan Dua Model AI Buatan Sendiri, Bisa Saingi GPT?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Microsoft makin serius di dunia kecerdasan buatan. Raksasa teknologi itu baru saja merilis dua model AI in-house pertamanya yang dikembangkan penuh oleh tim internal. Model pertama bernama MAI-Voice-1, sebuah AI generatif suara alami, sementara yang kedua adalah MAI-1-preview, foundation model berbasis teks yang dilatih end-to-end oleh Microsoft sendiri.
MAI-Voice-1 kini sudah dipakai dalam fitur Copilot Daily dan Podcast, sedangkan MAI-1-preview tersedia untuk diuji publik di LMArena serta akan segera masuk ke beberapa layanan Copilot dalam waktu dekat.
Menurut Mustafa Suleyman, bos divisi AI Microsoft, dua model ini lahir dengan fokus pada efisiensi dan biaya. MAI-Voice-1 hanya butuh satu GPU untuk berjalan, sementara MAI-1-preview dilatih dengan 15.000 GPU Nvidia H-100. Angka ini jauh lebih kecil dibanding model milik pesaing, misalnya Grok dari xAI yang butuh lebih dari 100.000 chip serupa.
"Rahasia melatih model bukan sekadar pakai GPU sebanyak mungkin, tapi memilih data terbaik dan tidak membuang daya pada token yang tidak berguna," ujar Suleyman dalam wawancaranya dengan Semafor.
Menariknya, meskipun Microsoft sudah menanamkan investasi miliaran dolar di OpenAI, Copilot-produk AI andalannya-masih sangat bergantung pada GPT. Keputusan membangun model internal menunjukkan Microsoft ingin punya jalannya sendiri di dunia AI, bahkan bisa jadi pesaing OpenAI.
Suleyman menyebut Microsoft punya roadmap besar selama lima tahun ke depan, dengan investasi berkelanjutan setiap kuartal. Namun, di tengah isu bahwa AI bisa saja menghadapi "bubble-pop" dalam beberapa tahun mendatang, strategi agresif ini akan benar-benar diuji apakah bisa membuat Microsoft berdiri sebagai kompetitor independen yang solid.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!