Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu Meningkat! Tremor Menerus dan Lumpur Mendidih Jadi Tanda Bahaya?

Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu Meningkat! Tremor Menerus dan Lumpur Mendidih Jadi Tanda Bahaya?
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gunung Tangkuban Parahu kembali menunjukkan peningkatan aktivitas menjelang akhir Juni 2025.

Dilansir dari Antara, meski statusnya masih dinyatakan Level I (Normal), Badan Geologi Kementerian ESDM mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi letusan freatik yang bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda jelas.

Kepala Badan Geologi, Muhamad Wafid, dalam keterangannya di Bandung, Sabtu (28/6), menjelaskan bahwa kegempaan bertipe low-frequency (LF) meningkat secara bertahap sejak tanggal 24 Juni. Pada 26 Juni, tercatat 116 gempa LF dalam sehari, disusul 97 kejadian pada 27 Juni, disertai tremor menerus dan beberapa gempa hembusan serta gempa vulkanik.

"Getaran tremor menerus dan bualan lumpur masih mendominasi aktivitas di Kawah Ratu," ujarnya. Lumpur panas tersebut pertama kali terpantau sejak 5 Juni dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan intensitas hingga saat ini.

Secara visual, pengamatan menunjukkan hembusan asap putih dengan tekanan lemah hingga sedang, mencapai ketinggian 180 meter dari dasar Kawah Ratu. Kawah Ecoma juga menunjukkan aktivitas serupa meski lebih ringan.

Pengukuran deformasi permukaan dengan alat EDM dan GNSS memperlihatkan pola inflasi, yang menandakan adanya tekanan dari dalam tubuh gunung. "Ini perlu menjadi perhatian serius, karena berpotensi menimbulkan letusan freatik yang terjadi tiba-tiba," tambah Wafid.

Namun, hingga kini, pemantauan gas vulkanik belum menunjukkan perubahan signifikan pada rasio gas seperti CO?/SO? atau H?S/SO?. Artinya, belum ada indikasi kuat pergerakan magma atau gas baru dari dalam gunung.

Meski belum ada tanda bahaya tinggi, masyarakat diimbau tidak mendekati area kawah aktif, tidak berlama-lama di sekitar kawah, dan segera menjauh bila tercium bau gas menyengat atau terlihat peningkatan hembusan asap.

Badan Geologi terus berkoordinasi dengan PVMBG, BPBD, dan Pemerintah Daerah, dan siap melakukan evaluasi status gunung sewaktu-waktu jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Gunung Tangkuban Parahu, yang terletak di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang, dikenal sebagai salah satu gunung api aktif yang populer di kalangan wisatawan. Kawah Ratu dan Kawah Upas adalah dua dari sembilan kawah di area puncak yang menjadi daya tarik utama.

Namun sejarah mencatat, letusan Tangkuban Parahu umumnya berupa letusan freatik-ledakan uap dan material tanpa peringatan dini yang jelas. Oleh karena itu, kewaspadaan tetap menjadi kunci.

"Tetap tenang, tapi jangan lengah. Ikuti informasi resmi dan arahan dari pihak berwenang," tegas Wafid.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE