Gempa M6,0 Guncang Timor Tengah Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa siang. Informasi tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laporan resminya.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di laut sekitar 67 kilometer barat laut Timor Tengah Utara dengan kedalaman 31 kilometer. Meski memiliki kekuatan cukup besar, gempa ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah di NTT dengan tingkat intensitas berbeda. Wilayah Atambua menjadi daerah yang merasakan dampak paling kuat, yakni pada skala III hingga IV Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dirasakan jelas oleh banyak orang, baik di dalam maupun luar ruangan, dan dapat menyebabkan benda-benda bergetar hingga menimbulkan suara pada pintu atau jendela.
Selain itu, getaran juga terasa di Maumere dengan skala III MMI. Sementara sejumlah wilayah lain seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kefamenanu, Malaka, Soe, Lembata, Larantuka, Alor, hingga Ende melaporkan guncangan dengan intensitas II hingga III MMI.
Pada skala II MMI, getaran biasanya hanya dirasakan oleh sebagian orang dan benda ringan mulai bergoyang. Sedangkan skala III MMI menunjukkan getaran yang terasa cukup nyata, seperti adanya kendaraan berat yang melintas di sekitar rumah.
Hingga laporan ini disampaikan, belum ada informasi resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.
Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi setelah guncangan utama.
Imbauan ini penting mengingat aktivitas tektonik di wilayah Nusa Tenggara Timur tergolong tinggi, sehingga potensi gempa lanjutan tetap perlu diantisipasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!