Program Magang Nasional 2025 Perluasan ke Lulusan SMK? Menkeu Purbaya Buka Suara
JAKARTA, GENVOICE.ID - Program Magang Nasional kembali jadi sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pandangan baru soal arah kebijakan ke depan. Ia menilai bahwa kesempatan yang diberikan pemerintah melalui program ini tidak seharusnya terbatas bagi lulusan perguruan tinggi dan vokasi saja. Menurutnya, lulusan SMK juga perlu mendapatkan ruang yang sama besar untuk bisa masuk ke dunia kerja melalui jalur magang yang terstruktur.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah perlu memikirkan ulang segmentasi pesertanya. "Nanti kami akan coba usulkan ke Kementerian Ketenagakerjaan untuk memikirkan yang lulusan SMK," kata Purbaya. Usulan ini muncul karena banyak lulusan SMK yang sebenarnya memiliki kemampuan teknis kuat, namun akses mereka ke program peningkatan pengalaman kerja masih cukup terbatas.
Purbaya menekankan bahwa lulusan SMK justru termasuk kelompok yang siap kerja dan seharusnya diprioritaskan dalam penyediaan tenaga terampil. Selama ini, fokus kebijakan lebih banyak mengarah pada lulusan kampus atau program vokasi, padahal SMK juga mencetak banyak tenaga yang bisa langsung terjun ke industri. Ia menilai bahwa kesetaraan akses perlu dibuka agar mereka tidak tertinggal.
Namun, ia juga menyoroti bahwa persoalan bukan hanya ada di sisi suplai tenaga kerja. Tantangan utamanya terletak pada jumlah lapangan kerja yang tersedia. Tanpa peningkatan permintaan tenaga kerja dari dunia usaha, lulusan SMK maupun lulusan lain tetap akan bersaing dalam pasar yang ketat. Untuk itu, kondisi ekonomi menjadi faktor yang ikut menentukan.
"Kalau ekonomi tumbuhnya kayak sekarang, ya susah. Tapi kalau ke depan, saya pikir lulusan SMK juga akan segera dapat kerjaan dengan lebih mudah dibanding sekarang," ujarnya. Purbaya bahkan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar lima persen belum cukup untuk menyerap tenaga kerja baru secara optimal. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pertumbuhan di kisaran enam hingga tujuh persen.
Ia menyampaikan harapannya bahwa program-program Presiden Prabowo Subianto-mulai dari peningkatan investasi, optimalisasi belanja pemerintah, sampai penguatan manajemen fiskal dan moneter-akan membantu mendorong ekonomi ke level yang lebih tinggi. "Kami harap dengan program-program yang dijalankan oleh Presiden Prabowo dalam perbaikan investasi dan optimalisasi belanja pemerintah, optimalisasi manajemen fiskal dan moneter, harusnya kita bisa lebih baik lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Program Magang Nasional 2025 saat ini masih berfokus pada lulusan perguruan tinggi dengan target peserta mencapai seratus ribu orang. Kementerian Ketenagakerjaan sudah membuka tahap ketiga untuk mengejar target tersebut setelah dua tahap sebelumnya berhasil menyerap sekitar delapan puluh ribu peserta.
Tahap ketiga pendaftaran melalui platform MagangHub dijadwalkan mulai 15 Desember 2025. Perusahaan dan instansi pemerintah juga sudah dapat mengajukan kuota lowongan yang ingin mereka buka. Dengan adanya usulan perluasan ke lulusan SMK, program ini berpotensi menjangkau peserta yang lebih beragam di masa mendatang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!