Rupiah Tembus Rp17.400, Prabowo Gerak Cepat Panggil Bos BI hingga Menteri Ekonomi ke Istana!

Pertemuan mendadak di Istana jadi sorotan, sinyal kuat pemerintah siapkan langkah stabilisasi nilai tukar.

Rupiah Tembus Rp17.400, Prabowo Gerak Cepat Panggil Bos BI hingga Menteri Ekonomi ke Istana!
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Melemah - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan. Di tengah pelemahan yang mencapai level Rp17.400 per dolar AS, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah cepat dengan memanggil jajaran Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah memberi perhatian serius terhadap kondisi ekonomi terkini.

Sejak sore hari sekitar pukul 15.50 WIB, sejumlah pejabat penting mulai berdatangan ke Istana. Mereka yang hadir antara lain Gubernur Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Ketua LPS Anggito Abimanyu, serta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Turut hadir pula dua Wakil Menteri Keuangan, yaitu Suahasil Nazara dan Jura Agung.

Meski kehadiran para pejabat ini menimbulkan banyak spekulasi, sebagian besar memilih untuk tidak memberikan keterangan kepada media. Ketika ditanya mengenai agenda rapat, Perry Warjiyo hanya meminta publik untuk menunggu penjelasan resmi. Hal serupa juga disampaikan Suahasil Nazara yang enggan mengungkap isi pembahasan secara detail.

Di tengah minimnya informasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi satu-satunya pejabat yang memberikan sedikit gambaran. Ia memastikan bahwa seluruh anggota KSSK hadir dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, fokus utama pembahasan adalah langkah-langkah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah yang tengah tertekan.

Purbaya juga menegaskan bahwa dengan fondasi ekonomi Indonesia yang dinilai cukup kuat, upaya untuk menstabilkan rupiah bukanlah hal yang mustahil. Namun, ia menekankan bahwa peran utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar berada di tangan bank sentral, dalam hal ini Bank Indonesia. Oleh karena itu, penjelasan lebih lanjut mengenai strategi penguatan rupiah akan disampaikan oleh Gubernur BI.

Selain anggota KSSK, sejumlah menteri koordinator di bidang ekonomi juga terlihat hadir. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Kehadiran para tokoh ini semakin menegaskan bahwa isu pelemahan rupiah menjadi perhatian lintas sektor.

Pertemuan di Istana ini mencerminkan koordinasi intens antara pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Meski belum ada keputusan resmi yang diumumkan, publik kini menantikan langkah konkret yang akan diambil untuk menahan tekanan terhadap rupiah dan menjaga kepercayaan pasar.

Dengan kondisi global yang dinamis, pergerakan nilai tukar memang kerap menjadi tantangan tersendiri. Namun, respons cepat dari pemerintah diharapkan mampu memberikan sinyal positif bahwa stabilitas ekonomi tetap menjadi prioritas utama.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE