Tak Hanya Israel, Rudal Iran Sasar Pangkalan AS di Qatar dan Bahrain: "Tak Ada Garis Merah"
JAKARTA, GENVOICE.ID - Serangan balasan Iran tidak hanya diarahkan ke Israel.
Teheran juga menunjukkan eskalasi serius dengan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk.
Di Qatar, Kementerian Pertahanan setempat menyatakan satu rudal Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan Patriot. Seorang pejabat Qatar bahkan menyebut dua rudal berhasil dihancurkan di atas wilayah udara negaranya.
Sementara itu, ledakan besar dilaporkan terdengar di Bahrain. Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa pangkalan AS di negara tersebut menjadi sasaran serangan rudal.
Kantor Berita Bahrain mengonfirmasi bahwa pusat layanan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama menjadi target. Bahrain diketahui merupakan sekutu utama AS di Teluk Persia dan menjadi tuan rumah tetap markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat.
Seorang pejabat senior Iran kepada Al Jazeera menyatakan pihaknya telah memperingatkan Israel untuk "bersiap menghadapi apa yang akan datang". Ia menegaskan respons Iran akan diumumkan secara terbuka dan tidak memiliki batasan.
"Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan semuanya mungkin terjadi, termasuk skenario yang sebelumnya tidak dipertimbangkan," ujarnya.
Pejabat tersebut menuding Amerika Serikat dan Israel telah memulai agresi yang akan berdampak luas dan jangka panjang. Ia juga menyebut seruan agar Iran menahan diri atau menyerah sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima".
Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengonfirmasi telah meluncurkan gelombang pertama rudal dan drone ke arah Israel sebagai respons atas serangan gabungan AS-Israel.
"Sebagai tanggapan atas agresi musuh yang bermusuhan dan kriminal terhadap Republik Islam Iran, gelombang pertama serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap wilayah pendudukan telah dimulai," demikian pernyataan IRGC.
Dengan meluasnya target hingga pangkalan militer AS di kawasan Teluk, konflik ini kini tidak lagi terbatas pada konfrontasi Iran-Israel. Eskalasi tersebut meningkatkan risiko keterlibatan lebih dalam Amerika Serikat dan memperbesar potensi konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!