Kenapa Kita Bisa Merasa Waktu Berjalan Lebih Cepat Saat Dewasa?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Saat masih kecil, menunggu ulang tahun atau liburan sering terasa sangat lama. Satu tahun seperti membutuhkan waktu yang panjang untuk berlalu.
Namun, ketika semakin dewasa, banyak orang justru merasa waktu berjalan semakin cepat. Tahu-tahu sudah memasuki bulan baru, berganti tahun, bahkan merasa baru kemarin mengalami suatu kejadian.
Padahal, waktu tidak benar-benar bergerak lebih cepat. Yang berubah adalah cara otak kita merasakan dan mengingat perjalanan waktu.
Satu Tahun Terasa Berbeda untuk Setiap Usia
Ketika berusia 10 tahun, satu tahun merupakan bagian yang cukup besar dari seluruh kehidupan yang sudah dijalani.
Namun, ketika berusia 40 tahun, satu tahun hanya menjadi bagian yang lebih kecil dibandingkan seluruh pengalaman hidup.
Perbandingan tersebut diduga menjadi salah satu alasan mengapa periode waktu yang sama dapat terasa berbeda pada usia yang berbeda.
Semakin Dewasa, Semakin Banyak Rutinitas
Masa kecil sering dipenuhi pengalaman baru.
Belajar hal baru, pergi ke tempat baru, bertemu orang baru, dan mengalami berbagai hal untuk pertama kalinya.
Saat dewasa, kehidupan sering menjadi lebih rutin.
Bangun, bekerja, pulang, beristirahat, lalu mengulangi pola yang mirip pada hari berikutnya.
Rutinitas dapat membuat banyak hari terasa tidak terlalu berbeda satu sama lain ketika dikenang.
Pengalaman Baru Membuat Waktu Terasa Lebih "Panjang"
Ketika mengalami sesuatu yang baru, otak biasanya menerima lebih banyak informasi untuk diproses.
Pengalaman tersebut dapat meninggalkan lebih banyak detail dalam ingatan.
Karena itu, ketika melihat kembali periode tersebut, kita merasa banyak hal telah terjadi.
Sebaliknya, periode yang dipenuhi rutinitas mungkin memiliki lebih sedikit momen yang menonjol dalam ingatan.
Akibatnya, waktu tersebut terasa seperti berlalu dengan cepat ketika dikenang.
Sibuk Membuat Kita Kurang Memperhatikan Waktu
Semakin dewasa, seseorang biasanya memiliki lebih banyak hal yang perlu dipikirkan.
Pekerjaan, tanggung jawab, rencana, dan berbagai aktivitas dapat memenuhi perhatian.
Ketika terlalu fokus menjalani berbagai kegiatan, kita tidak selalu menyadari berjalannya waktu.
Baru setelah berhenti sejenak, kita menyadari bahwa hari, minggu, atau bulan sudah berlalu.
Perasaan Waktu Bisa Berbeda Saat Dijalani dan Saat Diingat
Ini bagian yang menarik.
Satu hari bisa terasa sangat panjang ketika sedang menjalani aktivitas yang membosankan.
Namun, ketika melihat kembali beberapa bulan kemudian, hari tersebut mungkin terasa seperti bagian kecil yang cepat berlalu.
Cara kita merasakan waktu saat ini dan cara kita menilai waktu melalui ingatan tidak selalu sama.
Waktu Tidak Bertambah Cepat, Pengalaman Kita yang Berubah
Semua orang tetap mendapatkan jumlah jam yang sama setiap hari.
Satu menit tetap terdiri dari 60 detik.
Namun, otak tidak merasakan waktu hanya berdasarkan angka pada jam.
Pengalaman baru, rutinitas, perhatian, kesibukan, dan cara kita menyimpan kenangan semuanya dapat memengaruhi persepsi terhadap waktu.
Jadi, ketika merasa baru saja merayakan tahun baru lalu tiba-tiba sudah mendekati akhir tahun lagi, mungkin waktu memang tidak sedang berlari.
Bisa jadi, kita hanya terlalu sibuk menjalani hidup sampai tidak sadar betapa cepatnya halaman demi halaman kalender terus berganti.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!