Iftar Massal Perdana di Pusat Kota Leicester Pererat Kebersamaan Antar Komunitas
JAKARTA, GENVOICE.ID - Puluhan orang berkumpul di Church Gate, pusat kota Leicester, pada Kamis malam untuk menghadiri Iftar massal yang diyakini sebagai yang pertama kali diadakan di lokasi tersebut.
Dilansir dari BBC International, acara ini berlangsung tepat setelah adzan maghrib dan menjadi simbol kebersamaan di bulan suci Ramadan.
Iftar adalah waktu berbuka puasa bagi umat Muslim selama Ramadan, di mana mereka menahan makan dan minum dari fajar hingga matahari terbenam. Di saat yang bersamaan, masyarakat di Spinney Hill Park juga merayakan Holi, festival Hindu yang penuh warna untuk menandai datangnya musim semi dan kemenangan kebaikan atas kejahatan.
Mahomed Jussab, penyelenggara Iftar, berharap acara ini bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk lebih saling mengenal.
"Seseorang bertemu dengan orang lain yang belum pernah mereka kenal sebelumnya, dan semoga mereka pulang dengan membawa persahabatan baru," ujarnya.
Pria berusia 45 tahun itu juga mengungkapkan bahwa seluruh makanan dan layanan yang tersedia dalam acara ini berasal dari donasi.
"Ini semua adalah bagian dari semangat Ramadan yang benar-benar terasa," tambahnya.
Pooja Pancholi dari City Retreat, organisasi yang menjadikan gedungnya sebagai pusat operasional Iftar ini, mengungkapkan bahwa tanpa kerja keras para relawan, acara ini tidak akan terwujud.
"Butuh 30 relawan yang bekerja tanpa lelah untuk menyiapkan dan mengemas paket makanan," kata wanita berusia 38 tahun itu.
"Semoga acara ini bisa membuka mata banyak orang terhadap pekerjaan luar biasa yang kami lakukan di sini," tambahnya.
Agar semakin mempererat kebersamaan antar komunitas, sebuah festival Ramadan dadakan juga direncanakan berlangsung di pusat perbelanjaan Highcross akhir pekan ini.
Di sisi lain, perayaan Holi di Spinney Hill Park tahun ini terasa lebih istimewa karena menandai 50 tahun sejak festival ini pertama kali dirayakan secara terbuka di Leicester.
Festival ini dikenal dengan tradisi menyalakan api unggun serta melemparkan bubuk warna-warni sebagai simbol kegembiraan.
Mina Patel, putri dari Sarbaden Kanabar-sosok yang pertama kali mengorganisir festival ini-mengungkapkan kebanggaannya terhadap warisan yang telah ditinggalkan ibunya.
"Ketika Anda berada di acara seperti ini, di mana pun itu, luar biasa melihat harmoni dan kebahagiaan di wajah orang-orang," katanya.
"Ini adalah pencapaian besar. Bagi ibu saya, sangat penting melihat orang-orang berkumpul dan bersatu. Saya sangat bangga," tambahnya.
Dua perayaan ini, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, sama-sama membawa pesan yang kuat: persatuan dalam keberagaman. Ramadan dan Holi, dua tradisi dari dua komunitas, berpadu dalam satu kota dengan semangat kebersamaan yang luar biasa.
0 Comments





- Kim Soo Hyun Bantah Keras Tuduhan Berpacaran dengan Kim Sae Ron Saat di Bawah Umur
- Netflix Jaga Jarak dari Karla Sofía Gascón Demi Selamatkan Peluang Oscar Film 'Emilia Pérez'
- Proyek Pariwisata Milik Trump di Indonesia Dihentikan, Masalah Lingkungan Jadi Sorotan
- Arus Mudik di Jalur Pantura Indramayu Mulai Menurun, Puncaknya Terjadi pada H-3 Lebaran
- Oscar 2025: Persaingan Ketat, Kejutan BAFTA, dan Prediksi Pemenang
- Terungkap! Ini Penyebab Kematian Gene Hackman dan Betsy Arakawa
- Michael B. Jordan Optimis dengan Masa Depan Marvel, Berharap Film ‘Blade’ Segera Terwujud
- Jangan Sepelekan! Ini Cara Bertindak Cepat saat Dilanda Banjir
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!