Viral Menu MBG Ramadan Dikritik, BGN Ungkap Rincian Anggaran Sebenarnya

Viral Menu MBG Ramadan Dikritik, BGN Ungkap Rincian Anggaran Sebenarnya
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sorotan publik terhadap menu program makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan akhirnya mendapat tanggapan resmi. Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan kabar soal besaran anggaran yang beredar, sekaligus menjelaskan pembagian dana dalam program tersebut.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa anggaran bahan makanan dalam program MBG tidak sebesar yang banyak diasumsikan publik. Menurutnya, dana untuk bahan baku hanya berkisar Rp 8.000 hingga Rp 10.000 per porsi, bukan Rp 15.000 seperti yang ramai dibicarakan.

Ia menjelaskan bahwa angka Rp 13.000 untuk balita hingga siswa kelas 3 SD dan Rp 15.000 untuk siswa kelas 4 SD ke atas hingga ibu menyusui merupakan total anggaran program. Dana tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk makanan, melainkan juga mencakup biaya operasional dan dukungan pelaksanaan di lapangan.

Untuk bahan makanan, alokasinya dibagi dua kategori. Anak usia dini hingga siswa kelas rendah SD mendapatkan anggaran bahan baku Rp 8.000 per porsi, sementara kelompok penerima manfaat lainnya memperoleh Rp 10.000 per porsi.

Selain bahan makanan, terdapat biaya operasional sebesar Rp 3.000 per porsi. Dana ini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari listrik, air, gas, hingga layanan internet dan telepon. Anggaran tersebut juga mencakup insentif relawan SPPG, guru penanggung jawab, kader posyandu, serta biaya kendaraan dan perlindungan kerja relawan.

Tak hanya itu, ada pula alokasi Rp 2.000 per porsi untuk kebutuhan fasilitas. Dana ini digunakan untuk sewa lahan dan bangunan seperti dapur, gudang, serta kamar mes. Termasuk juga pembangunan instalasi pengolahan air limbah, filter air, hingga penyewaan peralatan dapur modern seperti kompor industri, kulkas, freezer, dan alat pengukus nasi.

Dalam petunjuk teknis terbaru, alokasi fasilitas tersebut dikategorikan sebagai insentif fasilitas SPPG yang disediakan mitra pelaksana. Dengan asumsi satu dapur melayani sekitar 3.000 penerima manfaat, nilai fasilitas diperkirakan mencapai Rp 6 juta per hari.

BGN menegaskan tetap terbuka terhadap kritik dan laporan dari masyarakat. Setiap aduan terkait kualitas menu atau dugaan ketidaksesuaian anggaran akan ditindaklanjuti sesuai prosedur pengawasan yang berlaku.

Melalui penjelasan ini, BGN berharap polemik seputar menu MBG dapat dilihat secara lebih utuh, terutama terkait pembagian anggaran yang tidak sepenuhnya dialokasikan untuk bahan makanan, melainkan juga mendukung keberlangsungan operasional program di lapangan.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE