Pabrik Mobil Bekas GM di Ohio Diubah Jadi Pusat Server AI Bareng OpenAI dan Oracle!

Pabrik Mobil Bekas GM di Ohio Diubah Jadi Pusat Server AI Bareng OpenAI dan Oracle!
- (Dok. Getty Images).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pabrik mobil legendaris di Lordstown, Ohio, yang dulunya milik General Motors dan terakhir dikuasai oleh Foxconn, diam-diam dibeli oleh SoftBank.

Dilansir dari Bloomberg News, konglomerat asal Jepang itu berencana menggunakan pabrik tersebut untuk membangun server AI sebagai bagian dari megaproyek Stargate, kolaborasi besar antara SoftBank, OpenAI, dan Oracle.

Transaksi ini terjadi tak lama setelah Foxconn mengumumkan bahwa mereka telah menjual fasilitas tersebut, termasuk seluruh peralatan produksi kendaraan listrik di dalamnya, kepada "Crescent Dune LLC", sebuah entitas misterius yang baru saja didaftarkan di Delaware pada akhir Juli. Saat berita ini ditulis, tidak ada pihak yang memberikan komentar resmi.

Pabrik ini memiliki sejarah panjang dalam industri otomotif Amerika. Setelah dibeli Foxconn dari Lordstown Motors pada akhir 2021, pabrik ini sempat disebut akan menjadi pusat produksi dan riset kendaraan listrik paling penting di Amerika Utara.

Namun kenyataannya jauh dari harapan. Setelah pembelian selesai pada 2022, Lordstown Motors bangkrut, disusul oleh calon pelanggan Foxconn lainnya seperti Fisker Inc. dan startup IndiEV. Kini, satu-satunya pelanggan tersisa, Monarch Tractor, juga menghadapi ketidakpastian. Startup asal California itu memproduksi traktor listrik dan otonom, namun belum memberikan komentar terkait nasib mereka setelah penjualan pabrik ini.

Rencana penggunaan pabrik Lordstown sebagai fasilitas produksi server AI berkaitan erat dengan proyek Stargate, sebuah inisiatif ambisius yang diumumkan sehari setelah pelantikan Presiden Donald Trump. Proyek ini awalnya mencakup pembangunan pusat data besar di Texas, tetapi sejak awal pihak-pihak yang terlibat memang menyatakan ingin memperluas infrastruktur ke negara bagian lain, dan bahkan ke luar negeri.

Namun, proyek ini tidak berjalan mulus. Pada Mei lalu, Bloomberg juga melaporkan bahwa SoftBank mengalami kesulitan mengamankan pendanaan, sementara perang dagang di era Trump menjadi penghambat besar.

Keputusan Foxconn menjual pabrik ini secara diam-diam mengindikasikan pergeseran besar dari ambisi mereka di sektor kendaraan listrik di Amerika Serikat. Padahal, ketika pabrik ini pertama kali dibeli, Chairman Foxconn Young Liu menyebut lokasi ini sebagai titik krusial dalam strategi EV global perusahaan.

Dengan penjualan ini, impian menjadi raksasa manufaktur kendaraan listrik di Amerika tampaknya kandas. Kini, pabrik itu justru akan menjadi rumah bagi server AI masa depan, menggabungkan kekuatan dari tiga pemain besar di industri teknologi global.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE