Apa Itu Kyushoku? Sistem Makan Siang Sekolah Jepang yang Berhasil Raih Capaian Positif Puluhan Tahun!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Sistem Makan Siang Sekolah Gratis atau yang biasa lebih dikenal dengan sebutan Kyushoku sedang menjadi perbincangan di kalangan dunia.
Bagaimana tidak, sistem ini ternyata sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu secara terstruktur dan terorganisir, yang capaiannya hingga menyentuh skala nasional. Sebagian dari sistem ini juga ada yang disubsidikan.
Jika kita tarik dari alurnya, pemerintahan Jepang memanfaatkan hasil dari produk lokal atau Shokuiku untuk kemudian dijadikan sebagai bahan pemasok utama. Cara sistem kerjanya adalah dengan membawa logistik dari pusat untuk menghubungkan petani lokal langsung dengan sekolah yang ditargetkan.
Kemudian, hasil yang sudah dihubungkan dari petani lokal tadi turut diverifikasi oleh tim ahli gizi dan mendapatkan tempat khusus yang melewati standar prosedur higienis, sehingga nutrisi dan manfaat yang didapatkan akan lebih maksimal lagi.
Selain itu, data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 98,4 persen murid sekolah dasar telah mengikuti program tersebut. Hal ini makin membuat sistem yang dilakukan oleh pemerintahan Jepang semakin dijadikan isu hangat oleh berbagai negara, salah satunya Indonesia.
Dari hasil ini, anak-anak di Jepang terbukti lebih mengenal kerjasama antar sesama, serta dapat menghargai produk dan petani lokal. Karena sistem ini mengajak para anak untuk meningkatkan sisi kemanusiaan dan kepedulian sesama, di luar dari kebutuhan nutrisi.
Jepang memang terkenal sebagai negara yang memiliki etos kerja yang tinggi, mulai dari tingkat kedispilinannya, hingga masalah kesehatannya. Maka dari itu, pemerintah Jepang melalui Kyushoku ini berniat untuk menambah tren positif dalam meningkatkan kedisplinan yang diharapkan dapat dimulai jika gizi standar pada anak-anak terpenuhi.
Meskipun pemerintah Jepang melontarkan dana yang cukup besar untuk melaksanakan program ini, tetapi mereka tidak menganggap bahwa makan siang sekolah gratis ini sebagai lahan bisnis, melainkan dijadikan sebagai investasi bangsa untuk masa depan.
Sebagai negara yang menjadi salah satu penduduk terbanyak di dunia, Indonesia masih dihadapkan dengan krisis pangan dan malnutrisi. Dalam beberapa kasus, anak-anak di Indonesia masih banyak yang mengalami stunting dan malnutrisi, sehingga akan berdampak terhadap keberlangsungan bangsa ke depannya.
Maka dari itu, Indonesia perlu sistem logistik yang mampu berkelanjutan dan efisien sehingga hasilnya akan efektif, bukan malah memanfaatkan keadaan untuk mencari keuntungan dari lahan bisnis. Ini bisa dimulai dari mata rantai yang terpendek, aspek gizi, aspek kebersihan, dan standardisasi baku.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!