Kemenkes Tegaskan Super Flu Tak Lebih Parah dari Influenza Biasa, Berikut Adalah Gejalanya!

Kemenkes Tegaskan Super Flu Tak Lebih Parah dari Influenza Biasa, Berikut Adalah Gejalanya!
Ilustrasi Flu - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan populer disebut sebagai "super flu" tidak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan varian influenza lain yang selama ini beredar.

Penegasan ini disampaikan Juru Bicara Kemenkes RI, drg Widyawati, merespons kekhawatiran publik terhadap penyebaran varian tersebut.

Menurut Widyawati, berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan situasi epidemiologi terkini, subclade K tidak memperlihatkan karakteristik yang lebih berbahaya dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya. Gejala yang ditimbulkan pun masih serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Isu mengenai subclade K mencuat setelah varian ini disebut berkontribusi terhadap peningkatan kasus influenza di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Di Amerika Serikat, peningkatan kasus influenza A (H3N2) mulai terpantau sejak minggu ke-40 tahun 2025, bertepatan dengan masuknya musim dingin. Widyawati menjelaskan bahwa pola tersebut sejatinya mirip dengan tren influenza pada musim-musim sebelumnya.

Influenza A (H3N2) subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Hingga kini, subclade ini telah dilaporkan beredar di 81 negara, dengan total lebih dari seribu kasus tercatat di Amerika Serikat.

Di Indonesia sendiri, Kemenkes mengonfirmasi adanya 62 kasus influenza subclade K yang terdeteksi hingga akhir Desember 2025. Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Temuan ini diperoleh melalui pemeriksaan whole genome sequencing yang rampung pada 25 Desember.

Secara rinci, Jawa Timur mencatat 23 kasus, Kalimantan Selatan 18 kasus, Jawa Barat 10 kasus, Sumatera Selatan 5 kasus, Sumatera Utara 3 kasus, serta masing-masing satu kasus di Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan DI Yogyakarta. Subclade K telah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel Influenza Like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection yang melibatkan puskesmas, balai kekarantinaan kesehatan, dan rumah sakit di berbagai daerah.

Dari sisi demografi, mayoritas pasien merupakan perempuan dengan proporsi mencapai 64,5 persen. Sementara berdasarkan usia, kasus terbanyak ditemukan pada kelompok anak usia 1-10 tahun, disusul usia 21-30 tahun dan 11-20 tahun. Kelompok lanjut usia di atas 60 tahun juga tercatat, meski jumlahnya relatif lebih kecil.

Kemenkes juga mencatat bahwa secara umum, influenza di Indonesia masih didominasi oleh varian influenza A (H3). Meski demikian, tren kasus influenza nasional justru menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir. Pemerintah menegaskan akan terus melakukan pemantauan melalui sistem surveilans global WHO serta menyesuaikan kebijakan sesuai perkembangan situasi.

Di tengah kondisi tersebut, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik. Widyawati menekankan pentingnya menjaga imunitas tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan, beristirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi. Vaksinasi influenza tahunan juga tetap dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Ia menegaskan bahwa vaksin influenza masih efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, hingga kematian. Masyarakat yang sedang sakit disarankan untuk beristirahat di rumah, menerapkan etika batuk, dan menggunakan masker. Jika gejala memburuk, seperti demam tinggi yang menetap, sesak napas, atau kondisi tidak membaik setelah tiga hari, warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE