Serangan Brutal Rusia Hantam Ukraina di Tengah Lobi Damai

Serangan Brutal Rusia Hantam Ukraina di Tengah Lobi Damai
- (Dok. CNN).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan drone dan rudal ke Ukraina pada Sabtu dini hari, menyasar dua kota terbesar, Kyiv dan Kharkiv, tepat ketika perwakilan Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat melanjutkan hari kedua perundingan damai di Uni Emirat Arab. Otoritas Ukraina menyebut serangan ini sebagai "malam teror Rusia" yang kembali memperburuk krisis kemanusiaan dan energi di tengah musim dingin.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiha mengecam keras waktu serangan tersebut. Menurutnya, Moskow justru meningkatkan eskalasi saat proses diplomasi sedang berlangsung. Ia menyebut hampir 400 drone dan rudal ditembakkan Rusia dalam satu malam, menghantam infrastruktur vital dan kawasan permukiman. "Rudal Rusia tidak hanya menghantam warga kami, tetapi juga menghantam meja perundingan," ujarnya.

Dampak serangan terasa luas di Kyiv. Pemerintah kota melaporkan satu orang tewas dan sedikitnya 15 orang terluka. Kebakaran terjadi di sejumlah gedung akibat reruntuhan drone, sementara layanan air dan pemanas terputus di beberapa distrik. Sekitar 6.000 blok apartemen dilaporkan tanpa pemanas pada Sabtu pagi, melonjak tajam dibanding hari-hari sebelumnya. Secara nasional, diperkirakan lebih dari 1,2 juta pelanggan kehilangan listrik, termasuk 800 ribu di ibu kota.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyatakan tim darurat bekerja tanpa henti untuk memulihkan layanan dasar, meski suhu malam turun hingga minus 13 derajat Celsius. Ia juga mengungkapkan bahwa ratusan ribu warga telah meninggalkan kota sementara waktu sejak krisis listrik Januari lalu, meninggalkan sejumlah kawasan dalam kondisi gelap dan dingin.

Di Kharkiv, kota yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Rusia, serangan berlangsung selama lebih dari dua jam. Wali Kota Ihor Terekhov melaporkan sedikitnya 25 drone menghantam beberapa distrik, melukai sedikitnya 14 orang. Target serangan mencakup asrama pengungsi, rumah sakit, hingga rumah sakit bersalin, mempertegas kekhawatiran terhadap keselamatan warga sipil.

Serangan ini terjadi setelah putaran awal perundingan tripartit yang difasilitasi Amerika Serikat dimulai sehari sebelumnya. Kontak langsung tersebut merupakan yang pertama antara pejabat Ukraina dan Rusia sejak lama dalam kerangka usulan damai yang didukung Washington. Kepala negosiator Ukraina, Rustem Umerov, mengatakan pembahasan berfokus pada parameter untuk mengakhiri perang dan alur lanjutan proses negosiasi.

Namun, serangan terbaru memperkuat keraguan Kyiv dan sekutu Barat terhadap keseriusan Moskow dalam mengejar perdamaian. Rusia tetap bersikeras menguasai wilayah Donbas di Ukraina timur, salah satu isu paling krusial yang masih buntu dalam pembicaraan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pun menegaskan kembali pentingnya realisasi penuh kesepakatan pertahanan udara yang sempat dibahas dengan Presiden AS Donald Trump di sela Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Hampir empat tahun sejak perang dimulai, konflik ini telah menewaskan puluhan ribu orang, memaksa jutaan warga mengungsi, dan menghancurkan infrastruktur Ukraina. Di tengah upaya diplomasi yang rapuh, serangan Sabtu dini hari menjadi pengingat keras bahwa jalan menuju perdamaian masih dipenuhi ketidakpastian.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE