Tips Menentukan Gaji untuk Entrepreneur Agar Bisnis Makin Sukses!
JAKARTA - Menentukan gaji bagi diri sendiri sebagai pemilik usaha merupakan langkah penting dalam menjaga keseimbangan keuangan bisnis sekaligus memastikan usaha berjalan dengan baik. Meskipun sering kali dianggap sebagai prioritas terakhir, menentukan gaji pemilik usaha dapat membantu menciptakan struktur finansial yang sehat dan meningkatkan semangat untuk terus mengembangkan bisnis.
Dilansir dari Business News Daily, berikut beberapa tips sederhana untuk menentukan gaji pemilik usaha:
1. Memilih Waktu yang Tepat untuk Mulai Menggaji
Sebelum menetapkan gaji, pastikan bisnis sudah memiliki pendapatan yang stabil dan mampu mencatat keuntungan. Pertimbangkan tiga hal berikut:
-
- Apakah pendapatan usaha stabil setiap bulan?
- Apakah proyeksi pendapatan terlihat konsisten dalam jangka panjang?
- Apakah usaha sudah mencatat keuntungan secara berkelanjutan?
Jika semua jawaban menunjukkan kondisi positif, maka usaha sudah siap mengalokasikan gaji untuk pemiliknya.
2. Hitung Berdasarkan Pengeluaran Pribadi
Cara sederhana untuk menentukan jumlah gaji adalah dengan menghitung total pengeluaran pribadi. Buat daftar kebutuhan bulanan, seperti biaya hidup, cicilan, dan tabungan. Setelah itu, lihat kondisi keuangan usaha dan tentukan jumlah yang sesuai tanpa membebani operasional bisnis.
3. Menggunakan Keuntungan Sebagai Dasar Gaji
Pilihan lain adalah mengambil gaji berdasarkan persentase dari keuntungan usaha. Banyak pemilik usaha kecil membatasi gaji hingga 50% dari laba bersih sebagai langkah menjaga kestabilan finansial bisnis. Namun, penting untuk selalu memprioritaskan kebutuhan operasional agar arus kas tetap lancar.
4. Pertimbangkan Faktor Pajak
Menentukan gaji juga memiliki kaitan erat dengan perencanaan pajak. Misalnya, pada usaha berbentuk perseorangan (sole proprietorship), seluruh penghasilan usaha akan dihitung sebagai penghasilan pribadi. Namun, jika usaha berbentuk Corporation, gaji pemilik dapat diatur agar pajak yang dikenakan hanya berdasarkan gaji tersebut, bukan total pendapatan usaha. Konsultasi dengan ahli pajak atau akuntan sangat disarankan untuk menentukan strategi terbaik.
5. Sesuaikan Secara Berkala
Seiring pertumbuhan usaha, evaluasi jumlah gaji secara rutin. Jika pendapatan meningkat, gaji bisa ditambah, dan jika usaha mengalami penurunan, sesuaikan jumlahnya agar tidak membebani keuangan usaha.
Menggaji diri sendiri sebagai pemilik usaha membantu menciptakan pencatatan keuangan yang akurat. Jika gaji tidak dimasukkan sebagai bagian dari biaya usaha, kondisi keuangan tidak akan mencerminkan realitas. Hal ini dapat menghambat keputusan penting seperti penentuan harga, pengurangan biaya, atau rencana pemasaran.
Selain itu, memberi nilai pada waktu dan kerja keras dapat membantu pemilik usaha menjaga motivasi dan mengurangi stres. Banyak pemilik usaha yang terlalu lama bekerja tanpa gaji akhirnya merasa kelelahan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi pertumbuhan bisnis itu sendiri.
0 Comments

- 3 Kebiasaan Buruk yang Harus Dihilangkan Pasangan dalam Hubungan
- The Light of Ramadan: Merayakan Ramadan dengan Keindahan Alam di JSI Resort Megamendung
- Manfaat Buah Naga untuk Kulit yang Bikin Wajah Glowing
- Heboh! ART di Jakarta Dianiaya Majikan, Polisi Usut Kasusnya
- Deddy Corbuzier Terharu, Langsung Tawarkan Bantuan Operasi untuk Nunung
- Gaslighting Itu Nyata, Jangan Sampai Terjebak!
- 5 Destinasi Terbaik Traveling dengan RV atau Camper Van
- Nyeri Haid Parah Bisa Jadi Akibat Depresi? Simak Fakta Mengejutkan Ini!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!