Menelusuri Zaman Feodal Jepang Melalui Game "Assassin's Creed Shadows"

D
Daniel R
Penulis
Techno
Menelusuri Zaman Feodal Jepang Melalui Game "Assassin's Creed Shadows"
- (Dok. Digital Chumps).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Game "Assassin's Creed Shadows" membawa pemain ke Jepang abad ke-16, sebuah era yang dipenuhi dengan konflik dan perubahan sosial. Dengan latar sejarah yang kaya dan mekanisme permainan yang lebih variatif, game ini menawarkan pengalaman baru bagi penggemar seri ini. Mengambil latar pada masa pemerintahan Oda Nobunaga, dunia dalam game ini dirancang dengan detail yang luar biasa. Pemain dapat menjelajahi berbagai lokasi bersejarah seperti Kyoto, desa-desa terpencil, hingga kastil-kastil besar yang mencerminkan arsitektur zaman tersebut. Pergantian musim dan pencahayaan dinamis semakin memperkuat atmosfer dunia yang hidup dan realistis.

Salah satu inovasi utama dalam "Assassin's Creed Shadows" adalah kehadiran dua karakter utama dengan gaya bermain yang berbeda. Yasuke, seorang mantan budak yang menjadi samurai di bawah Nobunaga, memiliki kemampuan bertarung yang kuat dan cocok untuk pertempuran terbuka. Sementara itu, Naoe, seorang shinobi dari keluarga petani, lebih mengandalkan kecepatan dan teknik siluman untuk menjalankan misinya. Keberadaan dua karakter ini memberikan variasi dalam permainan, memungkinkan pemain untuk memilih pendekatan yang lebih agresif atau strategi yang lebih tersembunyi.

Dari segi grafis, game ini menawarkan lingkungan yang sangat detail dan memukau. Pemandangan pegunungan, kuil-kuil yang tersembunyi di antara pepohonan, hingga jalanan Kyoto yang ramai, semuanya dirancang dengan cermat. Pemain juga dapat memilih mode "immersive" yang menghadirkan dialog dalam bahasa Jepang dan Portugis, mengikuti konteks sejarah pada masa itu. Pendekatan ini menambah kedalaman pengalaman bermain, terutama bagi mereka yang ingin merasakan nuansa autentik dari zaman feodal Jepang.

Meskipun menghadirkan pengalaman yang lebih imersif, "Assassin's Creed Shadows" tetap mempertahankan berbagai elemen khas seri ini, termasuk sistem Animus yang memungkinkan pemain merasakan kembali kenangan leluhur mereka. Namun, subplot mengenai dunia modern dan sistem perkembangan karakter yang kompleks masih terasa cukup berbelit, yang mungkin menjadi tantangan bagi beberapa pemain.

iklan gulaku

Sebagai bagian dari waralaba "Assassin's Creed", game ini berhasil menghadirkan pendekatan yang lebih serius terhadap sejarah, dengan latar yang autentik, dua karakter utama yang memberikan variasi permainan, serta dunia yang kaya akan detail. Bagi yang tertarik dengan sejarah Jepang feodal atau ingin merasakan bagaimana kehidupan seorang samurai dan shinobi di masa lalu, "Assassin's Creed Shadows" menjadi pilihan yang menarik untuk dieksplorasi.

  • Tag:
  • Techno
  • game
  • Jepang

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi