Gaslighting Itu Nyata, Jangan Sampai Terjebak!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gaslighting adalah bentuk manipulasi yang sering terjadi dalam hubungan yang tidak sehat. Ini merupakan salah satu bentuk kekerasan emosional di mana seseorang membuat korban meragukan kenyataan dan kepercayaannya sendiri. Jika dibiarkan, korban bisa kehilangan rasa percaya diri dan mulai bergantung pada pelaku gaslighting.
Gaslighting umumnya terjadi dalam hubungan pasangan, tetapi juga bisa muncul dalam pertemanan, keluarga, bahkan lingkungan kerja. Pelaku biasanya menggunakan cara ini untuk mendapatkan kendali atas orang lain. Tidak jarang, mereka yang melakukan gaslighting memiliki gangguan kepribadian tertentu.
Bagaimana Cara Mengetahui Jika Kamu Digaslighting?
Gaslighting bisa membuatmu merasa bingung, tidak percaya diri, dan mempertanyakan realitas yang kamu alami. Jika kamu sering merasa seperti ada yang salah tapi tidak yakin apa yang terjadi, bisa jadi kamu sedang mengalami gaslighting. Dilansir dari Very Well Mind, berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
- Kamu Meragukan Perasaan dan Kenyataanmu Sendiri
Kamu sering berpikir, "Mungkin aku terlalu sensitif" atau "Mungkin aku memang salah." Padahal, perasaanmu valid dan layak dihargai. - Kamu Takut Mengungkapkan Pendapat
Setiap kali berbicara atau mengungkapkan pendapat, kamu merasa cemas atau takut akan reaksi orang lain. Akhirnya, kamu lebih memilih diam untuk menghindari konflik. - Kamu Merasa Selalu Salah
Pelaku gaslighting sering membuatmu merasa bersalah, bahkan untuk hal-hal yang bukan salahmu. Mereka mungkin berkata, "Kamu terlalu dramatis" atau "Aku bercanda, kok. Jangan baper." - Kamu Merasa Sendirian dan Tidak Berdaya
Pelaku bisa saja meyakinkan orang lain bahwa kamu "gila" atau "bermasalah." Akibatnya, kamu merasa terisolasi dan tidak memiliki siapa pun untuk mendukungmu. - Kamu Meragukan Ingatanmu Sendiri
Pelaku sering mengubah cerita dan mengatakan bahwa kamu salah mengingat sesuatu. Mereka bisa saja bilang, "Itu nggak pernah terjadi" atau "Kamu ngarang, deh." - Kamu Selalu Merasa Tidak Cukup Baik
Apapun yang kamu lakukan, rasanya selalu salah di mata pelaku. Kamu merasa harus terus berusaha memenuhi standar mereka yang tidak masuk akal. - Kamu Kesulitan Membuat Keputusan
Karena sering dipertanyakan dan disalahkan, kamu jadi sulit percaya pada keputusan sendiri dan lebih memilih membiarkan orang lain menentukan segalanya untukmu.
Perilaku yang Sering Dilakukan Pelaku Gaslighting
Pelaku gaslighting menggunakan berbagai cara untuk mengendalikan korban. Beberapa di antaranya adalah:
- Berbohong dan Tidak Mengakui Kesalahan
Mereka akan menyangkal meskipun ada bukti yang jelas. Contohnya, "Kamu cuma mengada-ada" atau "Itu nggak pernah terjadi." - Menyebarkan Fitnah
Pelaku sering menyebarkan rumor agar orang lain berpikir buruk tentang korban. Bahkan, mereka bisa berpura-pura peduli sambil mengatakan bahwa korban memiliki masalah mental. - Mengalihkan Pembicaraan
Jika kamu mencoba membahas perilaku mereka, mereka akan mengganti topik atau membuatmu merasa bersalah. - Meremehkan Perasaanmu
Kalimat seperti "Kamu lebay banget" atau "Kenapa sih gampang tersinggung?" adalah cara pelaku untuk membuatmu merasa tidak valid. - Menyalahkan Korban
Apapun yang terjadi, mereka akan menyalahkanmu dan membuatmu berpikir bahwa kamulah penyebab perlakuan buruk mereka. - Menggunakan Kata-Kata Manis sebagai Senjata
Saat mereka hampir ketahuan, mereka akan mencoba membujukmu dengan kata-kata manis seperti, "Aku sayang kamu, nggak mungkin aku menyakitimu." Padahal, perilaku mereka tidak berubah. - Memutarbalikkan Fakta
Mereka akan mengubah cerita dan membuatmu ragu dengan ingatanmu sendiri. Contohnya, jika mereka pernah mendorongmu, mereka akan berkata, "Aku nggak dorong kamu, kamu yang kehilangan keseimbangan."
Kenapa Seseorang Melakukan Gaslighting?
Gaslighting bukan sekadar manipulasi, tetapi juga bentuk pengendalian dan dominasi. Orang yang melakukan gaslighting biasanya memiliki kepribadian narsistik, antisosial, atau gangguan kepribadian lainnya. Tujuan mereka adalah membuat korban meragukan diri sendiri sehingga lebih mudah dikendalikan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Kamu Mengalami Gaslighting?
Jika kamu merasa sedang digaslighting, ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk melindungi diri:
- Beri Jarak
Jika memungkinkan, ambil waktu untuk menjauh dari situasi yang membuatmu tertekan. - Kumpulkan Bukti
Catat kejadian-kejadian yang membuatmu merasa diragukan. Simpan pesan teks atau email sebagai bukti. - Tegaskan Batasan
Jangan biarkan mereka terus menyalahkan dan meremehkanmu. Buat batasan yang jelas tentang apa yang bisa dan tidak bisa kamu terima. - Bicarakan dengan Orang Terpercaya
Mendapatkan perspektif dari teman atau keluarga bisa membantumu melihat situasi lebih objektif. - Pertimbangkan untuk Mengakhiri Hubungan
Jika gaslighting terus terjadi, mungkin sudah saatnya untuk menjauh dari orang tersebut demi kesehatan mentalmu. - Cari Bantuan Profesional
Berbicara dengan psikolog atau konselor bisa membantumu memahami situasi dan mendapatkan strategi untuk menghadapinya.
Jadi, gaslighting adalah bentuk manipulasi berbahaya yang dapat merusak kesehatan mental seseorang. Jika kamu merasa mengalami gaslighting, penting untuk mengenali tanda-tandanya dan mengambil langkah untuk melindungi diri.
0 Comments





- IHSG Terancam Koreksi, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini!
- 7 Manfaat Ubi Ungu untuk Kesehatan, dari Jantung Sehat hingga Kulit Glowing
- Hotel Ciputra Jakarta Rayakan Ramadan, Gelar Buka Puasa Meriah Bareng Anak Yatim!
- Lirik dan Terjemahan Lagu "Little Ray of Light" - Rich Brian
- Terduga Pelaku Curanmor Diamankan Warga di Semanan, Kalideres
- Perayaan Cap Go Meh 2025 "Night of Harmony" di Hotel Borobudur Jakarta
- Tips Beasiswa di Irlandia Buat Warga Indonesia
- The Light of Ramadan: Merayakan Ramadan dengan Keindahan Alam di JSI Resort Megamendung
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!