Bootcamp Coding: Apakah Worth It? Ini Kekurangan dan Kelebihannya!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Mendapatkan pekerjaan di industri teknologi dengan gaji yang layak memang tidak mudah. Banyak perusahaan mencari kandidat yang punya keterampilan spesifik dan siap bekerja langsung tanpa perlu banyak pelatihan tambahan.
Jika kamu ingin memulai karier di dunia teknologi, ada beberapa jalur yang bisa diambil: kuliah di universitas selama empat tahun, belajar sendiri lewat kursus online, atau mengikuti bootcamp coding yang lebih intensif dan praktis.
Nah, apakah bootcamp coding benar-benar bisa jadi solusi cepat untuk memulai karier di bidang teknologi?
Dilansir dari Tech Elevator, berikut 5 alasan kenapa bootcamp coding layak dipertimbangkan:
1. Belajar Cepat dan Fokus
Waktu adalah aset berharga. Bootcamp coding menawarkan pembelajaran intensif dalam waktu singkat. Misalnya, ada program full-time yang bisa diselesaikan dalam 3-6 bulan saja.
Dibandingkan kuliah yang butuh waktu bertahun-tahun, bootcamp lebih cepat dan langsung ke inti materi. Kamu akan belajar langsung keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri tanpa perlu mengambil mata kuliah tambahan yang tidak berhubungan dengan coding.
Belajar sendiri memang bisa, tapi tanpa bimbingan yang jelas, banyak orang malah kebingungan harus mulai dari mana dan bagaimana membangun portofolio yang menarik bagi perusahaan.
2. Lebih Terjangkau Dibanding Kuliah
Jika kuliah S1 di Indonesia bisa menghabiskan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah, bootcamp coding jauh lebih hemat. Biaya bootcamp berkisar antara Rp10 juta hingga Rp50 juta, tergantung program dan institusinya.
Beberapa bootcamp juga menawarkan opsi cicilan atau program pembiayaan, sehingga kamu bisa membayar setelah mendapatkan pekerjaan di bidang teknologi. Dibandingkan harus menghabiskan ratusan juta dan empat tahun waktu kuliah, bootcamp adalah opsi yang lebih hemat dan efisien.
3. Ada Dukungan Karier dan Jaringan Profesional
Salah satu keuntungan besar dari bootcamp adalah adanya komunitas dan jaringan profesional yang bisa membantu kamu mendapatkan pekerjaan setelah lulus.
Di bootcamp, kamu tidak hanya belajar coding, tapi juga bekerja dalam tim, mengerjakan proyek bersama, dan mendapatkan bimbingan dari mentor yang sudah berpengalaman di industri teknologi.
Banyak bootcamp juga menawarkan career coaching, simulasi wawancara kerja, hingga koneksi langsung ke perusahaan yang mencari talenta baru. Dengan begitu, peluang kamu mendapatkan pekerjaan jadi lebih besar!
4. Bisa Membangun Portofolio Profesional
Bootcamp dirancang agar kamu bisa menghasilkan proyek nyata yang bisa dimasukkan ke dalam portofolio. Ini penting karena saat melamar kerja, perusahaan ingin melihat hasil nyata dari keterampilan yang kamu miliki, bukan sekadar ijazah atau sertifikat.
Setelah lulus bootcamp, kamu akan memiliki portofolio berisi proyek-proyek yang mencerminkan kemampuan coding kamu. Portofolio ini bisa menjadi modal utama untuk meyakinkan perusahaan bahwa kamu siap bekerja.
5. Peluang Karier dan Gaji yang Menjanjikan
Jika kamu ingin karier dengan penghasilan tinggi, industri teknologi bisa jadi pilihan tepat. Di Indonesia, gaji seorang software developer pemula bisa mencapai Rp8-15 juta per bulan, bahkan lebih tinggi jika bekerja di perusahaan besar atau startup unicorn.
Selain itu, peluang karier di bidang ini terus berkembang. Permintaan untuk talenta teknologi semakin meningkat, sehingga kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan lebih besar dibandingkan bidang lain yang lebih kompetitif.
Kekurangan Bootcamp Coding
Meskipun memiliki banyak keuntungan, ada juga beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan mengikuti bootcamp coding.
Dilansir dari Review N Prep, berikut beberapa kekurangannya:
1. Tidak Memiliki Akreditasi Formal
Salah satu kekhawatiran utama adalah kurangnya akreditasi formal. Tidak seperti gelar sarjana dari universitas, sebagian besar bootcamp tidak memiliki pengakuan resmi yang setara. Hal ini bisa menjadi tantangan saat melamar pekerjaan, terutama di perusahaan yang lebih konservatif dan mengutamakan lulusan universitas.
Tanpa akreditasi resmi, lulusan bootcamp mungkin menghadapi persaingan ketat dengan kandidat yang memiliki latar belakang pendidikan formal dalam ilmu komputer atau bidang terkait.
2. Peluang Networking yang Terbatas
Bootcamp memang menyediakan jaringan profesional, tetapi masih kalah luas dibandingkan dengan universitas yang memiliki alumni kuat dan koneksi dengan banyak perusahaan besar.
Di universitas, mahasiswa biasanya memiliki kesempatan untuk mendapatkan magang atau akses langsung ke berbagai perusahaan melalui kerja sama institusi. Sementara itu, lulusan bootcamp mungkin harus bekerja lebih keras dalam membangun jaringan dan mendapatkan akses ke peluang kerja yang lebih baik.
3. Kurangnya Struktur dan Sulit Bagi Waktu
Keberhasilan dalam bootcamp sangat bergantung pada motivasi diri dan disiplin pribadi. Program ini berjalan dengan cepat dan intens, sehingga siswa harus memiliki komitmen tinggi untuk menyelesaikannya.
Jika seseorang kesulitan mengatur waktu atau lebih nyaman dengan lingkungan belajar yang lebih terstruktur seperti di kampus, bootcamp bisa terasa menantang dan membingungkan.
4. Risiko Burnout
Kurikulum bootcamp yang padat bisa menyebabkan burnout, terutama bagi mereka yang harus membagi waktu antara belajar, bekerja, atau tanggung jawab pribadi lainnya. Karena materinya dipadatkan dalam beberapa bulan, tekanan belajar bisa sangat tinggi dan melelahkan secara mental.
5. Kurangnya Fokus pada Soft Skills
Banyak bootcamp lebih menitikberatkan pada keterampilan teknis seperti bahasa pemrograman dan framework, tetapi kurang memberikan perhatian pada soft skills seperti komunikasi, pemecahan masalah, dan kerja tim.
Padahal, keterampilan ini sangat penting di dunia kerja, terutama bagi mereka yang ingin bekerja di perusahaan besar atau berinteraksi dengan klien dan tim lintas disiplin. Tanpa pengembangan soft skills yang memadai, lulusan bootcamp bisa mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja yang sebenarnya.
Jadi, Worth It atau Tidak?
Dengan biaya yang lebih terjangkau, waktu belajar yang lebih cepat, dan peluang kerja yang besar, bootcamp coding bisa jadi investasi yang sangat berharga. Namun, penting untuk mempertimbangkan juga tantangan dan kekurangannya.
Jika kamu serius ingin berkarier di dunia teknologi dan siap menghadapi tantangan yang ada, bootcamp bisa menjadi jalan pintas yang efektif. Tapi jika kamu lebih nyaman dengan lingkungan belajar yang lebih terstruktur dan memiliki jaringan lebih luas, kuliah mungkin tetap menjadi pilihan yang lebih cocok.
Siap memulai perjalananmu? Cari tahu bootcamp coding yang cocok untukmu dan mulai belajar sekarang!
0 Comments





- Fitra Eri Bongkar Isu Panas! Dugaan Pertamax Oplosan dan Kegelisahan Konsumen
- 9 Tips Memilih Jurusan Kuliah Buat Kamu yang Masih Bingung
- Tips Foto Lebaran Estetik Pakai HP: Jangan Sampai Momen Berharga Terlewat!
- FIFA Resmi Perkenalkan Tikay! Maskot Kura-Kura Gemas Piala Dunia Sepak Bola Pantai 2025
- Makanan yang Perlu Dihindari Saat Mengonsumsi Obat-Obatan
- Banjir Besar Terjang Villa Nusa Indah! Jembatan Putus, Warga Terjebak, Basarnas Turun Tangan
- Polisi Turun Tangan! Food Vlogger Codeblu Diperiksa Gara-Gara Dugaan Pemerasan?
- Inggris Peringkat Kedua Sebagai Tujuan Investasi Global, Mengalahkan Tiongkok dan Jerman
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!