6 Penyakit Autoimun yang Dapat Menyebabkan Kerontokan Rambut

R
Reza Aditya
Penulis
Lifestyle
6 Penyakit Autoimun yang Dapat Menyebabkan Kerontokan Rambut
- (Dok. Freepik).

JAKARTA - Rambut sering dianggap sebagai mahkota kecantikan yang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Namun, rambut rontok bisa menjadi pengalaman yang melelahkan, terutama jika disebabkan oleh penyakit tertentu seperti autoimun. Penyakit autoimun terjadi ketika sistem imun tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, termasuk folikel rambut. Dilansir dari Health Shot, berikut adalah beberapa penyakit autoimun yang dapat menyebabkan rambut rontok:

1. Alopecia Areata

Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang secara langsung menyerang folikel rambut. Sistem imun salah mengenali folikel rambut sebagai ancaman, sehingga memicu peradangan yang merusak folikel rambut. Akibatnya, rambut rontok terjadi secara bercak di area kepala, alis, atau bagian tubuh lainnya. Meskipun kondisi ini bisa sembuh sendiri atau dengan pengobatan, rambut yang tumbuh kembali sering kali berbeda dalam tekstur atau warna.

2. Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

SLE adalah penyakit autoimun yang menyerang berbagai organ, termasuk kulit dan folikel rambut. Peradangan yang disebabkan oleh SLE merusak folikel rambut dan mengganggu siklus pertumbuhan rambut, menyebabkan rambut menjadi tipis atau rontok secara tidak merata. Pada kasus berat, luka pada kulit kepala dapat menyebabkan kerontokan permanen.

3. Discoid Lupus Erythematosus (DLE)

DLE adalah jenis lupus yang terutama memengaruhi kulit, termasuk kulit kepala. Lesi pada kulit kepala akibat DLE dapat meninggalkan jaringan parut dan merusak folikel rambut, yang berpotensi menyebabkan kerontokan permanen di area yang terkena.

iklan gulaku

4. Gangguan Tiroid

Masalah tiroid seperti hipotiroidisme (produksi hormon tiroid rendah) atau hipertiroidisme (produksi hormon tiroid berlebih) dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan rambut rontok, rambut menjadi kering, rapuh, atau lebih mudah patah.

5. Hashimoto's Disease

Hashimoto adalah penyakit autoimun yang menyerang kelenjar tiroid, menyebabkan hipotiroidisme. Kekurangan hormon tiroid mengganggu pertumbuhan rambut dan membuat rambut menjadi tipis, kering, dan rapuh. Selain itu, peradangan sistemik yang disebabkan oleh penyakit ini juga dapat merusak folikel rambut.

6. Rheumatoid Arthritis (RA)

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang menyerang persendian dan jaringan tubuh lainnya. Peradangan kronis yang terjadi pada RA dapat merusak folikel rambut, menyebabkan rambut rontok atau menipis.

Bagaimana Cara Mengatasi Rambut Rontok Akibat Penyakit Autoimun?

Pengobatan rambut rontok akibat penyakit autoimun biasanya melibatkan pengendalian penyakit utama. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Obat-obatan: Penggunaan imunosupresan, kortikosteroid, atau terapi biologis untuk mengurangi peradangan dan serangan pada folikel rambut.
  • Gaya hidup sehat: Mengelola stres, pola makan seimbang, dan tidur cukup dapat membantu meningkatkan kesehatan rambut.
  • Perawatan kulit kepala: Konsultasikan dengan dokter atau dermatolog untuk perawatan tambahan guna mendorong pertumbuhan rambut baru.

Mengenali dan mengobati penyebab utama rambut rontok sangat penting agar kondisi ini tidak semakin parah dan dapat ditangani dengan baik.

  • Tag:
  • Relationship

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today